Kisah Syekh Ali Jaber Bantu Tunanetra Ngaji Pakai Qur'an Braille Digital

Kisah Syekh Ali Jaber Bantu Tunanetra Ngaji Pakai Qur'an Braille Digital

Agus Tri Haryanto - detikInet
Kamis, 14 Jan 2021 13:17 WIB
Syekh Ali Jaber meninggal dunia pagi tadi karena sakit Kamis, (14/1). Syekh Ali Jaber  adalah ulama besar dan penghapal Al-Quran yang lahir di Madinah.
Syekh Ali Jaber, Tunanetra Tetap Ngaji dengan Qur'an Braille Digital. Foto: pool
Jakarta -

Syekh Ali Jaber meninggal dunia pada pagi ini, pukul 08.30 WIB di RS Yarsi dalam keadaan negatif COVID-19. Semasa hidupnya, ia telah membantu para tunanetra agar bisa mengaji, caranya dengan Al Qur'an digital bernama Qur'an Braille Digital.

Syekh Ali Jaber dalam suatu waktu ketika berdakwah, ia mengungkapkan rasa prihatinnya masih minimnya alat bantu tunanetra untuk memahami dan menghafal Al Qur'an.

Atas dasar itu, Syekh Ali Jaber pun terlibat dalam program membagikan Quran Braile Digital kepada jamaah tunanetra yang ada berbagai daerah Indonesia. Syekh Ali Jaber pun mendirikan Yayasan Qur'an Braille Digital Internasional bersama Syekh Ade Al Kalbani (Imam Besar Masjidil Haram) dan kemudian menginisiasi program Wakaf Sejuta Al-Qur'an Braile Digital.

Sudah ada lebih dari ribuan bahkan puluhan ribu Al Qur'an digital diberikan bersama Gerakan Nasional Wakaf Qur'an Braille Digital Indonesia (QBDI).

Qur'an Braille Digital adalah alat bantu yang telah dirancang dan disesuaikan guna memudahkan tunanetra untuk membaca Al Qur'an. Salah satunya dengan keberadaan alat serupa pena, apabila diarahkan ke Al Qur'an Braille Digital akan terdengar suara.

[Gambas:Instagram]

"Quran Braille digital ini bertuliskan huruf Braille, dilengkapi dengan pen digital yang dapat mengeluarkan suara dan khusus dibuat untuk penyandang disabilitas netra. Selain daripada itu kemudahan didapat adalah dalam mencari nama surah, ayat, nama qoriah dan sertai terjemahan," kata Syekh Ali Jabar.

Syekh Ali Jaber meninggal dunia pada pagi ini membawa duka cita mendalam bagi jamaah serta umat Muslim. Seperti yang dirasakan oleh Ustad Yusuf Mansur.

"Benar Syeikh Ali wafat. 08.30 WIB, sudah dalam keadaan negatif COVID-19. Di RS Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta," tulis Ustaz Yusuf Mansur di Instagram, Kamis (14/1/2021).

"Kita semua kehilangan banget," tambahnya.

Dimintai konfirmasi terpisah, asisten pribadi Syekh Ali Jaber yang bernama Arief mengabarkan hal yang sama. Syekh Ali Jaber meninggal pukul 08.30 WIB di RS Yarsi, Jakarta.

"Sudah tidak (positif Corona). Negatif," kata Arief.

Seperti diketahui, Syekh Ali Jaber sempat terpapar Corona. Kondisinya sempat ramai dibahas karena beredar foto-foto viral. Namun saat itu dipastikan kondisi Syekh Ali tidak parah.

"Berdasarkan komunikasi dengan keluarga Syekh Ali Jaber, alhamdulillah, Syekh semakin membaik," kata Menko Polhukam Mahfud Md lewat Twitter, Selasa (5/1) pekan lalu. Namun kemudian, Tuhan menentukan lain.



Simak Video "Pribadi Syekh Ali Jaber Semasa Hidupnya"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)