Rusuh Gedung Capitol, Zuckerberg Sebut Amerika Dalam Kegelapan

Rusuh Gedung Capitol, Zuckerberg Sebut Amerika Dalam Kegelapan

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 07 Jan 2021 16:12 WIB
Mark Zuckerberg
Mark Zuckerberg. Foto: shutterstock
Washington -

Kerusuhan yang sampai mengakibatkan korban tewas di Gedung Capitol, Washington DC, AS membuat para bos teknologi ikut prihatin, termasuk Mark Zuckerberg. Pendiri dan CEO Facebook ini mengecam kekerasan yang dilakukan oleh para suporter Donald Trump dan menyebutnya sebagai momen gelap dalam sejarah Amerika.

"Ini adalah momen gelap di sejarah negara kita dan saya tahu banyak dari kalian merasa ketakutan dan cemas tentang apa yang terjadi di Washington DC," tulis Zuck dalam memo pada para karyawan Facebook yang dikutip detikINET dari Business Insider, Kamis (7/1/2021).

"Saya secara pribadi sedih dengan adanya kerusuhan massa ini, yang memang demikian adanya. Transisi kekuasaan yang damai adalah fungsi penting dari demokrasi dan kita perlu pemimpin politik kita memimpin dengan teladan dan mengutamakan negara lebih dulu," lanjutnya.

Mark Zuckerberg pun berpesan agar situasi saat ini di Amerika masuk dalam kategori darurat dan Facebook harus melakukan langkah-langkah yang diperlukan demi keselamatan orang banyak. Sementara para pegawai Facebook di Washington terus dipantau agar tetap dalam keadaan aman.

VP of Integrity Facebook Guy Rosen dan VP of Global Policy Management Facebook Monika Bickert telah mengatakan Facebook menganggap kejadian hari ini sebagai keadaan darurat dan menggolongkan kelompok yang menyerang Capitol sebagai 'individu dan organisasi berbahaya'.

"Kami dikejutkan dengan kekerasan di Capitol hari ini. Kami memperlakukan kejadian ini sebagai keadaan darurat," kata Rosen dan Bickert.

Adapun akun Donald Trump di Facebook juga telah dikunci selama 24 jam lantaran dianggap makin memperparah kerusuhan dengan postingannya, bukannya mencoba mendamaikan massa yang beringas. Mark Zuckerberg mencoba bertindak tegas.



Simak Video "Langgar Aturan, Facebook Juga Blokir Akun Donald Trump"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)