Keren! Sekolah Ini Pakai Aksara Jawa di WhatsApp

Keren! Sekolah Ini Pakai Aksara Jawa di WhatsApp

Agus Tri Haryanto - detikInet
Selasa, 29 Des 2020 18:35 WIB
Setya Amrih Prasaja menggerakan penggunaan aksara Jawa kepada siswanya dengan memanfaatkan teknologi.
Foto: Istimewa
Jakarta -

Penggunaan bahasa daerah kian terkikis seiring berkembangnya zaman. Namun, menariknya di sekolah ini, penggunaan aksara Jawa rutin dipakai hingga bisa digunakan di layanan pesan instan WhatsApp.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta, ada beberapa sekolah yang memang konsisten terhadap pemeliharaan aksara Jawa. Sudah sejak 10 tahun lalu mulai dimanfaatkan aksara Jawa dalam komputer.

Adalah Setya Amrih Prasaja, seorang Filolog yang bekerja di Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta yang mendorong penerapan aksara Jawa ke dalam komputer. Dahulu, Amrih merupakan seorang guru Bahasa Jawa yang menggabungkan aksara Jawa dengan teknologi sehingga bisa dipergunakan di komputer.

"Waktu itu saya minta izin kepada Kepala Sekolah untuk di SMA 2 Bantul pendidikan basis budayanya tidak ke hal yang bersifat benda, tapi justru main di karakter dan pola pikir anak dengan aksara (Jawa). Hingga di SMA 2 Bantul itu dari ulangan harian sampai ulangan akhir semester full menggunakan aksara Jawa," ungkap Amrih.

Amrih mengaku pola ini dirasa cukup efektif, yaitu dengan membiasakan diri menggunakan aksara Jawa pada komputer dalam pembelajaran sehari-hari, yang lambat laun siswa akan terpola dan mengenal aksara Jawa secara digital, sehingga dalam prakteknya mereka sudah terbiasa dan tidak kesulitan dalam menjawab soal-soal yang dituliskan dalam aksara Jawa secara online.

"Tahun 2010 waktu saya pertama jadi guru itu saya udah bilang di kelas, anak-anak saya giring ke lab. TIK (Laboratorium Teknologi Informasi dan Komunikasi) meskipun saya bukan orang TIK tapi ada fasilitas TIK saya manfaatin, karena sudah saya biasakan untuk ulangan harian online, terang Amrih.

Setya Amrih Prasaja menggerakan penggunaan aksara Jawa kepada siswanya dengan memanfaatkan teknologi.Setya Amrih Prasaja menggerakan penggunaan aksara Jawa kepada siswanya dengan memanfaatkan teknologi. Foto: Istimewa

Hal senada juga diungkapkan kerabat satu profesi Amrih, Bekti Pangastuti, yang menurutnya digitalisasi aksara Jawa sangat memudahkan kegiatan belajar mengajar, karena dengan adanya perangkat digital siswa lebih semangat dan lebih tertantang dalam mempelajari Aksara Jawa.

"Dulu awal mengajar pembelajaran Aksara Jawa masih manual. Ketika Pak Setya Amrih masuk ke SMA 2 Bantul, dari sini awal digitalisasi Aksara Jawa sampai sekarang," kata Bekti yang juga mengajar aksara Jawa di SMA 2 Bantul.

Pengakuan juga datang dari Abdul Afif Rosyidi, hingga kini digitalisasi aksara Jawa masih terus digunakan dalam kegiatan belajar di SMA Negeri 1 Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Iya, masih dipergunakan hingga kini. Karena sangat membantu dalam proses belajar mengajar. Apalagi dalam masa pandemi seperti ini. Peserta didik sangat antusias, hal tersebut salah satunya terlihat dari pertanyaan dan respon peserta didik saat dikenalkan dengan aksara Jawa dalam dunia internet, baik di laptop maupun handphone, terang Guru bahasa Jawa tersebut.

Setya Amrih Prasaja menggerakan penggunaan aksara Jawa kepada siswanya dengan memanfaatkan teknologi.Setya Amrih Prasaja menggerakan penggunaan aksara Jawa kepada siswanya dengan memanfaatkan teknologi. Foto: Istimewa

Salah satu Alumni SMA 1 Sanden, Ageng Purwo Haryatno menuturkan sekitar tahun 2011, semasa duduk di bangku SMA, ia diajarkan tentang bagaimana cara menggunakan aksara Jawa menggunakan komputer/laptop oleh Amrih.

"Sekitar tahun 2011 ketika saya memasuki kelas 2 SMA, diajar oleh beliau (Amrih) tentang bagaimana caranya menggunakan aksara Jawa menggunakan media laptop, walaupun sekolah kami termasuk di pinggiran dari kota Bantul tapi sudah banyak murid atau siswa yang antusias dan akhirnya eksis menggunakan aksara Jawa sampai sekarang," ungkap Ageng yang merupakan anak didik Amrih.

Dalam perkembangannya aksara Jawa kini lebih responsif dan mudah diaplikasikan ke perangkat digital, mulai dari laptop hingga menggunakan telfon genggam, menurut Ageng hal ini dirasa sangat bermanfaat bagi kerabat yang menggunakannya.

"Penggunaan aksara Jawa dalam ranah digital sangat bermanfaat bagi temen-temen yang bisa menggunakannya, baik itu untuk desain produk, dekorasi jalan dan lain-lain, terpenting bisa memperkenalkan kembali aksara Jawa dengan lebih mudah," tutup Ageng.



Simak Video "WhatsApp Kembangkan Fitur Baru: Kirim Foto Jadi Stiker"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)