Grab: Penipu di Indonesia Canggih-canggih

Grab: Penipu di Indonesia Canggih-canggih

Virgina Maulita Putri - detikInet
Rabu, 18 Nov 2020 17:50 WIB
Ilustrasi Grab
Grab: Penipu di Indonesia Canggih-canggih (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Sebagai platform digital yang hadir di banyak negara, Grab mengaku banyak mendapat serangan dari pihak tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan celah untuk mencari keuntungan.

Head of Technology, Integrity Group, Transport, and Patents Office Grab, Wui Ngiap Foo mengatakan dalam beberapa tahun terakhir Grab melihat beberapa jenis penipuan yang paling banyak ditemukan seperti GPS palsu, mitra pengemudi yang membuat banyak akun, dan pembajakan akun lewat rekayasa sosial.

Tapi menurut Wui, ada satu negara di Asia Tenggara tempat Grab beroperasi yang cara penipuannya paling canggih.

"Jika ada cara untuk mendapatkan uang dengan mudah, orang-orang akan mencoba untuk mengeksploitasinya. Di seluruh negara, terutama Indonesia, kami harus menghadapi jaringan penipu yang canggih," kata Wui dalam sesi virtual Grab Tech Insider, Rabu (18/11/2020).

Wui mengatakan penipu akan terus berevolusi dan mencari cara baru untuk mengelabui korbannya. Untuk mengatasi masalah ini, Grab telah melakukan beberapa langkah seperti edukasi kepada pengguna, kerjasama dengan penegak hukum dan mengerahkan teknologi.

Salah satu teknologi yang digunakan Grab adalah kecerdasan buatan (AI) dan machine learning (ML) untuk mengatasi penipuan baik online maupun offline. Bahkan menurut Wui, kedua teknologi ini bisa membawa Grab selangkah di depan para penipu.

Kedua alat ini digunakan Grab dalam beberapa metode untuk mendeteksi penipu di platformnya. Termasuk memetakan perilaku pengguna untuk melihat apakah perilaku tersebut sesuai dengan pengguna biasa atau pengguna yang nakal.

"Dengan memetakan bagaimana pengguna nakal beraksi kita bisa membuat skor perilaku. Jika lihat di grafik, pengguna nakal memiliki nilai agregat yang lebih rendah dibandingkan pengguna asli," jelas Wui.

Karena ekosistem Grab saat ini juga sudah merambah website dan desktop, Wui mengatakan Grab akan mengenalkan fitur baru yang akan memudahkan proses otentikasi agar tidak disalah gunakan oleh penipu. Fitur ini dijadwalkan meluncur pada kuartal pertama 2021.

"jadi kami akan mengenalkan QR code ke halaman transaksi di desktop dan kalian harus menggunakan aplikasi Grab untuk memindainya," ucap Wui.

"Kami bisa memverifikasi aplikasi Grab kalian dan kalian bisa mengotorisasi transaksi dan kami bisa membangun profil kalian di dalam aplikasi Grab," pungkasnya.



Simak Video "Grab Resmikan Tech Center di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)