Korea Utara Galakkan Razia HP China, Kenapa?

Korea Utara Galakkan Razia HP China, Kenapa?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 17 Nov 2020 10:09 WIB
Photo taken in Pyongyang, Democratic Peoples Republic of Korea
Korea Utara. Foto: iStock
Korea Utara -

Pemerintah Korea Utara dilaporkan tengah giat dalam merazia HP khususnya buatan China. Ada apa gerangan dengan HP China di sana?

Di Korea Utara, teknologi terutama dipakai untuk tujuan militer. Jaringan seluler pun merupakan sebuah kemewahan bagi warga walau kabarnya masih mengandalkan teknologi 3G yang sudah ditinggalkan.

Dalam aturan hukum yang diterapkan tahun 2015, ada artikel 22 yang melarang warga melakukan komunikasi internasional. Menggunakan HP yang tidak diizinkan oleh pemerintah pun dapat berujung hukuman, salah satunya sampai 5 tahun kerja paksa.

Nah belakangan, rupanya kian banyak ponsel yang diselundupkan dari China ke Korea Utara, apalagi kalau bukan karena faktor jarak yang dekat antara kedua negara. Maka sejak Oktober, dilangsungkan razia untuk menarik ponsel buatan China dari warga.

Otoritas telah memperingatkan siapapun yang menggunakan HP China akan dikenai hukuman berat. Tindakan pemerintah dilaporkan telah berhasil menekan peredaran HP selundupan. "Belakangan ini, dengan para broker ditangkap di kota-kota perbatasan, situasi sudah terkendali," sebut seorang sumber.

Area yang mendapatkan pengawasan ketat adalah provinsi Yanggang yang berbatasan dengan China. Tak hanya untuk memasukkan barang selundupan, area ini juga menjadi gerbang utama bagi warga Korut yang mencoba kabur ke mancanegara.

Di perkotaan Korut, kabarnya jaringan seluler yang buruk membuat komunikasi sangat sulit dan bahkan warga hanya dapat mengaksesnya sekali sebulan. Sedangkan di area perbatasan seperti di Yanggang, warga berpeluang terkoneksi dengan jaringan seluer China.

Itu sebabnya penyelundupan ponsel asal China semakin marak terjadi sehingga razia pun digalakkan. "Pemeriksaan masif sudah dimulai sehingga penyelundupan HP China di perbatasan Korea Utara sudah kian jauh melambat," kata sang sumber.



Simak Video "Saksi Mata: Kerasnya Bekerja di Korea Utara"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)