Induk Google Jajal Teknologi Cahaya untuk Koneksi Internet

Induk Google Jajal Teknologi Cahaya untuk Koneksi Internet

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Jumat, 13 Nov 2020 07:15 WIB
Teknisi melakukan perawatan pemancar Base Transceiver Station (BTS) 4G milik PT Telkomsel di Jakarta, Rabu (28/10/205). Telkomsel terus menambah cakupan dan meningkatkan kualitas jaringan 4G LTE di Indonesia, hingga saat ini Telkomsel mengklaim memiliki lebih dari 1,5 juta pelanggan. Rachman Haryanto/detikcom.
Ilustrasi BTS tower operator seluler. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Alphabet (perusahaan induk Google) punya proyek baru yang bernama Project Taara, yang tengah menjajal teknologi penyebaran koneksi internet menggunakan cahaya.

Project Taara, sebelumnya bernama FSOC Project, digarap oleh divisi X dan saat ini tengah menjajal teknologi yang bisa mentransfer data menggunakan cahaya yang tak terlihat, dengan jarak mencapai 20 km.

Karena teknologi ini menggunakan cahaya untuk mentransfer data, maka alat-alatnya harus dipasang di tempat yang sangat tinggi untuk mengurangi kemungkinan tertutupkan jalur cahaya tersebut. Penempatannya bisa di atap rumah, tiang, atau menara.

Bandwidth yang maksimal yang bisa dicapai dengan teknologi ini juga tak main-main, mencapai 20Gbps. X, yang sebelumnya bernama Google X, bekerja sama dengan Econet dan anak usahanya, yaitu Liquid Telecom dan Econet Group.

Baca juga: YouTube Tumbang!

Mereka ini menjajal Taara di Kenya, Afrika, untuk menyebarkan koneksi internet berkecepatan tinggi di daerah terpencil, di mana pembangunan infrastruktur telekomunikasi sangat mahal jika menggunakan teknologi konvensional seperti kabel fiber optik.

Menurut Mahesh Krishnaswamy, direktur Project Taara, teknologi ini sudah dimulai di Afrika sejak 2019 lalu, dan dalam waktu dekat akan diluncurkan, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Jumat (13/11/2020).

Alphabet pun mengajak operator telekomunikasi dan penyedia layanan internet lain untuk menghubungi mereka jika tertarik untuk mengimplementasikan Taara di jaringan milik mereka.

Sebagai informasi, X memang beberapa tahun terakhir tengah menggarap dan menjajal bermacam teknologi untuk menyebarkan koneksi internet di daerah-daerah yang sebelumnya belum terjamah.



Simak Video "Hukuman Denda Rp 362 Miliar dari Turki untuk Google"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)