HP China Dominasi Pasar Indonesia

HP China Dominasi Pasar Indonesia

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 10 Nov 2020 14:31 WIB
Ilustrasi Smartphone
Foto: Julian Chokkattu/Digital Trends
Jakarta -

Seiring meningkatnya penetrasi internet mobile, smartphone menjadi perangkat favorit netizen Indonesia untuk mengakses internet. Dari begitu banyak ponsel yang wara-wiri, HP China mendominasi pasar Indonesia.

Survei terbaru Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) memperlihatkan, 95,4% orang Indonesia mengakses internet lewat ponsel. Sisanya, 19,7% berinternet lewat laptop atau tablet, dan hanya 9,5% yang menggunakan PC.

APJIIFoto: Istimewa

Dari data ini, per kuartal II 2020, Samsung jadi merek ponsel yang paling banyak digunakan dengan persentase 35,2%. Namun secara keseluruhan, HP China mendominasi pasar.

Sejumlah HP China yang populer digunakan yakni Oppo, Xiaomi, Vivo, Asus, Realme, dan Lenovo. Jika digabungkan, persentase semua brand asal China ini menempati porsi sekitar 52%. Di luar itu, iPhone Apple menempati porsi 3,4%, Advan 1,2%, Nokia 1,0%, dan merek lainnya berkontribusi sebesar 3,3%.

APJIIFoto: Istimewa

Rata-rata dari responden sudah setahun menggunakan ponsel mereka saat ini (25,8%). Dari survei ini juga diketahui sebanyak 89,9% responden hanya memiliki satu ponsel.

"Ini karena sebagian besar ponsel sudah mendukung dual SIM card. Jadi sudah menggunakan dua kartu dalam satu ponsel," kata Sekretaris Jenderal APJII Henri Kasyfi Soemartono dalam konferensi pers virtual survei APJII, Senin (9/11).

APJIIFoto: Istimewa

Berkenaan dengan operator yang digunakan, hasilnya menunjukkan 45,1% menggunakan Telkomsel, disusul berikutnya Indosat Ooredoo 19,5%, XL Axiata 16,9%, Tri Indonesia 10,8%, dan Smartfren 4,6%.

Dalam kesempatan ini APJII juga merinci jumlah pengguna internet di Indonesia hingga kuartal II tahun ini adalah 196,7 juta orang. Angka ini dibandingkan tahun lalu, menjadikannya persentasenya sebesar 73,7% dari populasi penduduk Indonesia.

Hasil riset ini berdasarkan survei melalui kuesioner dan wawancara terhadap 7.000 responden dengan tingkat margin of error 1,27%. Riset dilakukan pada 2-25 Juni 2020.



Simak Video "Penetrasi Internet Naik di 2020, Ada Hubungannya dengan Covid-19?"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)