Digitalisasi Aksara Nusantara, Biar Milenial Paham Budaya Lokal

Digitalisasi Aksara Nusantara, Biar Milenial Paham Budaya Lokal

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 19 Okt 2020 11:15 WIB
Menkominfo Johnny G Plate bersama Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X
Digitalisasi aksara nusantara didukung pemerintah. Foto: Kominfo
Jakarta -

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyebutkan bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendukung penuh upaya melestarikan digitalisasi aksara nusantara.

Disampaikannya, aksara yang merupakan salah satu bagian dari nilai budaya lokal, perlu dilakukan digitalisasi aksara agar nantinya para generasi mendatang bisa mengerti dan mengetahui akan aksara nusantara.

Untuk digitalisasi aksara nusantara tersebut, yakni dengan mendaftarkan aksara ke Unicode, standar dalam dunia komputer untuk pengkodean (encoding) karakter tertulis dan teks yang mencakup hampir semua sistem penulisan yang ada di dunia. Dengan Unicode, pertukaran data teks dapat terjadi universal dan konsisten.

Disebutkan Johnny, digitalisasi aksara nusantara, disebutkan sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam melestarikan budaya lokal untuk masa mendatang.

"Agar semua yang ada di prasasti, peninggalan budaya tinggi yang dimiliki bangsa Indonesia bisa dipahami dan dimengerti, tidak hanya oleh generasi masa kini, tapi juga bagi generasi masa depan," ujar Menkominfo dalam keterangannya.

Digitalisasi aksara Jawa, yang merupakan sebagian banyak dari aksara Nusantara, disampaikan Menkominfo ditargetkan akan tuntas pada Desember 2020. Setelah terdigitalkan, nantinya bisa dimanfaatkan oleh Kraton Yogyakarta dan penggiat budaya.

"Nantinya Aksara Jawa dapat digunakan menjadi nama domain, serta alamat website maupun email. Harapannya, inisiatif ini dapat diselesaikan pada bulan Desember 2020 dan dapat segera dimanfaatkan oleh Keraton Yogyakarta serta penggiat budaya agar pelestarian Aksara Jawa semakin gencar," tutur Johnny.

Sejauh ini, dipaparkan Menkominfo, sudah terdapat beberapa aksara yang terdaftar pada Unicode. Aksara nusantara tersebut antara lain Aksara Bali, Aksara Batak, Aksara Bugis, Aksara Jawa, Aksara Makassar, Aksara Rejang, serta Aksara Sunda.

Sementara itu, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X mengapresiasi upaya digitalisasi aksara nusantara, khususnya aksara Jawa karena akan dapat melestarikan bahasa ibu di Indonesia.

"Tidak hanya Jawa, bahasa ibu dari provinsi lain juga. Harapan saya agar bahasa ibu jangan sampai kalah dengan bahasa Indonesia," ungkapnya.



Simak Video "Domain Internet dengan Aksara Jawa 'Hanacaraka' Bakal Diluncurkan"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)