Berkat Marketplace, Tanaman Hias Fauzi Keliling Indonesia

Berkebun Digital

Berkat Marketplace, Tanaman Hias Fauzi Keliling Indonesia

Luthfiana Awaluddin - detikInet
Sabtu, 03 Okt 2020 17:30 WIB
Jualan Online Tanaman Hias - Karawang
Jualan tanaman hias di marketplace (Luthfiana Awaluddin/detikcom)
Karawang -

Tidak punya lahan luas bukan artinya tidak bisa bisnis tanaman hias. Marketplace membuat ruang usaha secara digital. Lahan boleh sempit, tapi jualannya ke seluruh Indonesia.

Sudah hampir sepuluh tahun, Ahmad Fauzi (30) menggeluti bisnis tanaman hias. Meski tak punya lahan luas atau toko bunga, Fauzi sanggup konsisten melayani pelanggan. Sejumlah platform marketplace menjadi senjatanya dalam berdagang.

"Sejak tahun 2010 saya mulai berdagang via Tokopedia," kata Fauzi kepada detikcom, Jumat (2/10/2020).

Fauzi menuturkan, sejumlah fitur marketplace itu amat membantunya dalam berbisnis. Cukup modal kamera atau ponsel pintar, ia bisa memajang berbagai tanaman hias meski tak punya etalase cantik atau toko bunga di pinggir jalan.

Jualan Online Tanaman Hias - KarawangJualan Online Tanaman Hias (Luthfiana Awaluddin/detikcom)

"Saya tak punya toko bunga. Dalam bisnis tanaman hias ini, saya benar-benar mengandalkan marketplace dalam pemasaran," kata pegawai BUMN itu.

Berkat berbagai marketplace yang ia gunakan, tanaman hias milik Fauzi dilirik orang dari berbagai daerah. Pesanan pun datang tak hanya dari Karawang, Fauzi mendapat pembeli dari Sumatera hingga Papua.

Saat awal berdagang, Fauzi memanfaatkan pekarangan rumah seluas 9 meter persegi. Ia juga memanfaatkan dinding untuk membuat rak vertikal. Di halaman rumahnya, Fauzi membuat rak. Ratusan pot kecil diletakkan dengan rapi. Berbagai jenis bunga hias tertata dengan rapi.

Berbagai jenis bunga ia budidayakan. Yang saat ini populer, ada Monstera, Aglaonema atau Sri Rezeki, Alocasia, hingga Caladium. Hingga yang langka dan harganya mahal seperti Alocasia branchifolium, Alocasia reginae, hingga Alocasia antoro Velvet.

"Selain tanaman-tanaman itu, saya juga menjual berbagai kaktus," kata Fauzi.

Berbagai jenis tanaman hias itu ia foto satu persatu. Ia kemudian mengunggahnya ke Tokopedia. Marketplace yang didirikan William Tanuwijaya itu jadi andalannya saat ini.

"Selain mudah digunakan, Tokopedia kerap memberikan bimbingan kepada mitranya. Berbagai tips pemasaran pun diberikan kepada kami," kata Fauzi.

Selain menggunakan Tokopedia, tiga tahun lalu Fauzi fokus juga memasarkan tanaman hias di Shopee. Fauzi mempercayakan seluruh pemasaran dan transaksi tanaman hias di marketplace Shopee kepada istrinya.

Jualan Online Tanaman Hias - KarawangMarketplace bantu jualan online tanaman hias (Luthfiana Awaluddin/detikcom)

"Saya pegang Tokopedia, istri pegang akun Shopee. Dengan memasarkan di dua marketplace, saya menyasar konsumen di dua tempat itu,"ujar Fauzi.

Setelah menggunakan dua marketplace, omzet Fauzi makin meningkat. Pesanan juga makin marak saat pandemi corona mewabah. "Saat lockdown diberlakukan omzet bahkan naik drastis lebih dari seratus persen," kata dia.

Pada bulan Juli, kata Fauzi, omzetnya meningkat di Rp 6 juta per bulan. Di bulan Agustus bahkan peningkatan omzetnya di atas Rp 6 juta.

"Berbagai marketplace ini membantu saya dalam berdagang. Meski dagang tanaman hias sebagai sampingan, saya bisa meningkatkan omzet dan melayani pembeli dari berbagai daerah," kata Fauzi.



Simak Video "Pedagang Tanaman Hias di Sumedang Panen Cuan saat Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(bbn/fay)