Startup Tidak Mau Adaptasi di Tengah Pandemi, Mending Tutup Saja

Startup Tidak Mau Adaptasi di Tengah Pandemi, Mending Tutup Saja

Virgina Maulita Putri - detikInet
Kamis, 01 Okt 2020 21:50 WIB
Ilustrasi startup
Startup Tidak Mau Adaptasi di Tengah Pandemi, Mending Tutup Saja (Foto: Oli Scarff/Getty Images)
Jakarta -

Pandemi COVID-19 membawa dampak negatif untuk banyak bisnis, termasuk startup. Bahkan menurut pemodal ventura seperti CEO BRI Ventures Nicko Widjaja startup yang tidak mau adaptasi di tengah pandemi lebih baik tutup saja.

"Untuk beberapa startup yang kekeuh nggak mau pivot, tidak mau berubah bisnis, tidak mau mengganti ide di saat seperti ini, lebih baik tutup saja," kata Nicko seusai acara kelulusan Grab Ventures Velocity, Kamis (1/10/2020).

"Karena susah juga untuk bilang cara lama nggak akan berhasil sedangkan dunia terus berubah. Dinamika startup ini didasarkan dengan keadaan yang harus terus berubah," imbuhnya.

Menurutnya saat ini ada beberapa segmen startup yang bisa berhasil di tengah pandemi, misalnya startup kesehatan, pendidikan dan agrikultur.

Untuk startup yang saat sudah memiliki produk dan layanan, Nicko menyarankan untuk menjajal use case baru. Ia mengatakan saat ini validasi use case bisa memakan waktu lebih cepat dan bisa langsung dilihat apakah use case berhasil atau gagal.

Meski saat ini kondisi ekonomi masih lemah akibat pandemi, menurut Nicko sekarang justru waktu yang tepat untuk mendirikan startup.

Ia berkaca pada beberapa perusahaan besar yang berdiri di era krisis, seperti Uber dan AirBnB yang berdiri setelah krisis keuangan global tahun 2008. Ia mengatakan krisis adalah bagian dari startup.

"Harapan saya untuk para startup adik-adik yang baru memulai, mulai sekarang itu paling benar. Di mana sekarang semua orang lagi tiarap, Anda yang harusnya maju sekarang," kata Nicko.

Untuk startup yang baru berdiri di tengah pandemi, Nicko menyarankan untuk tidak terburu-buru mencari pendanaan dan lebih baik menghemat modal yang ada. Jika ingin bergabung dengan akselerator atau inkubator juga harus pilih-pilih.

"Jadi menurut saya masuk ke akselerator yang punya impact ke bisnis Anda. kalau Grab jelas punya ekosistem jadi nggak hanya uang. Karena uang itu mudah dicari, tapi ekosistem itu nggak ada. Jarang ada yang bisa ngasih ekosistem kayak Grab," pungkasnya.



Simak Video "Inilah Startup yang Diprediksi Bakal Dicari-cari Saat New Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)