Bill Gates Ajukan 3 Syarat Agar Pandemi Corona Tamat

Bill Gates Ajukan 3 Syarat Agar Pandemi Corona Tamat

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 01 Okt 2020 12:25 WIB
PARIS, FRANCE - JUNE 27:  Bill Gates, the co-Founder of the Microsoft company and and co-Founder of the Bill and Melinda Gates Foundation, delivers a speech during a press conference at the Solidays festival, on June 27, 2014 in Paris, France. Bill Gates visited the 16th edition of the Solidays music festival, dedicated to the fight against AIDS.  (Photo by Thierry Chesnot/Getty Images)
Bill Gates (Foto: Getty Images/Thierry Chesnot)
Jakarta -

Bill Gates memprediksi pandemi Corona akan dapat dikendalikan, kemungkinan pada tahun 2022. Tahun depan, ia yakin vaksin Corona yang efektif sudah ada dan akan membantu menurunkan kasus Corona.

"Vaksin COVID-19 yang aman dan efektif tampaknya akan siap awal tahun depan. Faktanya, mungkin ada lebih dari satu vaksin tersedia. Ini adalah perkembangan yang akhirnya memberikan dunia peluang untuk mengeliminasi pandemi dan kembali ke normal," tulisnya di blog Gates Foundation seperti dilihat, Kamis (1/10/2020).

Namun demikian, menurutnya ada 3 syarat yang diperlukan agar pandemi Corona bisa diakhiri, tidak hanya memastikan ada vaksin tersedia. Apa saja? Berikut sarannya:

1. Kapasitas Produksi Vaksin Mencukupi

Saat ini, sebagian besar suplai vaksin Corona dikembangkan atau dipesan oleh negara-negara kaya, mengamankan sampai miliaran dosis. Negara berkembang atau miskin seperti Sudan Selatan, Nikaragua sampai Myanmar menurut Gates tidak punya daya beli pada perusahaan farmasi.

Bahkan menurut Gates, negara-negara itu sejauh ini hanya mampu maksimal membiayai vaksin 14% penduduknya. Gates memaklumi bahwa negara kaya ingin melindungi warganya. Namun demikian, satu-satunya cara untuk mengakhiri pandemi Corona adalah memberantasnya di seluruh dunia.

"Kita harus secara cepat meningkatkan kapasitas manufaktur vaksin dunia. Dengan cara ini, kita bisa menjangkau semua orang, tak peduli di mana mereka tinggal," tulis Gates.

Kabar baiknya, sudah terdapat kemajuan, misalnya dalam pembuatan obat terapi Corona melalui kerja sama antar perusahaan. Remdevisir diciptakan oleh perusahaan Gilead tapi kuantitas ekstra akan diproduksi di pabrik Pfzer. Hal serupa juga terjadi dalam pembuatan vaksin.

"Pagi ini, 18 perusahaan farmasi dan yayasan kami menandatangani kesepakatan penting. Perusahaan-perusahaan setuju bermitra membuat vaksin dan meningkatkan produksi dalam kecepatan tinggi, memastikan vaksin yang disetujui akan didistribusikan seawal mungkin," paparnya mengenai strategi mengakhiri pandemi Corona.