Bill Gates Ramal Akhir Pandemi Corona, Dunia Kembali Normal

Bill Gates Ramal Akhir Pandemi Corona, Dunia Kembali Normal

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 22 Sep 2020 06:41 WIB
PARIS, FRANCE - JUNE 27:  Bill Gates, the co-Founder of the Microsoft company and and co-Founder of the Bill and Melinda Gates Foundation, delivers a speech during a press conference at the Solidays festival, on June 27, 2014 in Paris, France. Bill Gates visited the 16th edition of the Solidays music festival, dedicated to the fight against AIDS.  (Photo by Thierry Chesnot/Getty Images)
Bill Gates. Foto: Getty Images/Thierry Chesnot
Jakarta -

Bill Gates meyakini pandemi Corona takkan berlangsung selamanya dan akan dapat dikendalikan. Ketika itulah, maka kehidupan juga akan kembali berlangsung normal seperti sebelumnya.

Pendiri Microsoft yang mendanai pembuatan beberapa vaksin Corona ini menyebut bahwa vaksin bersangkutan kemungkinan akan disetujui pada tahun 2021. Setelahnya, khususnya di Amerika Serikat, kehidupan bakal berangsur-angsur kembali seperti sedia kala.

"Pada musim panas mendatang, AS akan mulai kembali ke normal. Dan pada akhir tahun (2021) itu, aktivitas juga akan cukup normal, jika kita juga membantu negara-negara lain," katanya dalam wawancara dengan Fox News yang dikutip detikINET.

"Akhir dari pandemi Corona, skenario terbaik mungkin adalah di 2022. Namun selama 2021, angkanya seharusnya bisa kita turunkan, jika kita mengambil pendekatan global," cetusnya.

"Jadi syukurlah teknologi vaksin sudah ada, pendanaan sudah datang, bahwa perusahaan-perusahaan mengerahkan orang-orang terbaik mereka. Itulah mengapa saya optmistis pandemi ini tidak akan berlangsung selamanya," papar Gates.

Sebelumnya, Bill Gates mengungkit masalah yang mungkin terjadi setelah vaksin Corona disetujui, yaitu terkait distribusinya. Ia tidak ingin vaksin Corona sulit tersedia pada kelompok warga berpendapatan rendah, terutama di negara-negara miskin.

"Tidak seharusnya hanya negara-negara kaya yang memenangi perang tawar menawar. Kesalahan soal alokasi vaksin akan menyebabkan tambahan kematian yang dramatis," kata dia.

Negara-negara kaya seperti Amerika Serikat, Jepang dan Inggris, telah memesan lebih dari 2 miliar dosis vaksin Corona, yang bisa saja membatasi suplai. Untungnya ada upaya internasional untuk memastikan negara yang lebih miskin dapat mengakses vaksin Corona untuk penduduknya. Pandemi Corona pun diharapkan segera tamat.



Simak Video "Ayah Bill Gates Meninggal Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)