Bos Instagram Kecam Pelarangan TikTok di AS

Bos Instagram Kecam Pelarangan TikTok di AS

Virgina Maulita Putri - detikInet
Sabtu, 19 Sep 2020 14:37 WIB
SAN FRANCISCO, CA - SEPTEMBER 14:  Vice President of Product Management at Facebook Adam Mosseri speaks onstage during TechCrunch Disrupt SF 2016 at Pier 48 on September 14, 2016 in San Francisco, California.  (Photo by Steve Jennings/Getty Images for TechCrunch)
Bos Instagram Kecam Pelarangan TikTok di AS Foto: CEO Instagram Adam Mosseri. Getty Images
Jakarta -

Head of Instagram Adam Mosseri mengkritik keputusan pemerintah Amerika Serikat yang menerapkan larangan parsial kepada TikTok. Mosseri mengatakan keputusan ini akan membahayakan internet secara luas.

"Saya sudah mengatakan ini sebelumnya, tapi pelarangan TikTok di AS akan berakibat buruk peada Instagram, Facebook dan internet secara luas," kata Mosseri dalam cuitan di akun Twitternya, seperti dikutip detikINET dari Business Insider, Sabtu (19/9/2020).

Mosseri menambahkan bahwa sebagian besar pengguna Instagram berdomisili di luar AS, yang juga menjadi kawasan yang berpotensi untuk pertumbuhan Instagram. Ia khawatir jika AS membatasi aplikasi asing, maka Instagram bisa terancam mendapat perlakuan serupa di negara lain.

Komentar Mosseri datang setelah Kementerian Perdagangan AS bakal melarang warga AS untuk mengunduh TikTok dan WeChat di toko aplikasi mulai hari Minggu pekan ini karena masalah ancaman terhadap keamanan nasional. Jika TikTok tidak segera dijual, maka mereka akan dilarang penuh pada 12 November.

Menyusul cuitan Mosseri, CEO sementara TikTok Vanessa Papas meminta dukungan Instagram untuk melawan keputusan ini.

"Kami mengundang Facebook dan Instagram untuk secara publik bergabung dan mendukung proses pengadilan kami," tulis Papas dalam balasannya terhadap cuitan Mosseri.

"Ini adalah momen untuk mengesampingkan persaingan kami dan fokus pada prinsip-prinsip inti seperti kebebasan berekspresi dan proses hukum," sambungnya.

Dalam keterangan resmi yang dikeluarkan untuk menanggapi keputusan Kementerian Perdagangan AS, TikTok mengatakan bahwa mereka telah berkomitmen untuk memberikan transparansi dan akuntabilitas tambahan lebih dari aplikasi lain.

Keterangan tersebut juga mengatakan bahwa TikTok sudah berencana untuk bekerjasama dengan perusahaan teknologi AS, yang akan bertanggung jawab untuk mengelola dan mengoperasikan jaringan TikTok di AS, yang mencakup semua layanan dan penyajian data konsumen AS.

"Kami akan terus menantang perintah eksekutif yang tidak tidak adil, yang diberlakukan tanpa proses yang semestinya dan mengancam menghilangkan akses warga Amerika dan bisnis kecil di penjuru AS kepada platform penting untuk suara dan mata pencaharian," kata TikTok dalam keterangan resminya.



Simak Video "Duh! TikTok Sindir Fitur Baru Instagram"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/rns)