Awas! Driver Grab Berkerumun Bakal Dapat Peringatan dari Aplikasi

Awas! Driver Grab Berkerumun Bakal Dapat Peringatan dari Aplikasi

Faidah Umu Safuroh - detikInet
Kamis, 17 Sep 2020 14:11 WIB
Grab
Foto: Grab Indonesia
Jakarta -

Grab memperkenalkan teknologi geofencing yang dapat mendeteksi dan memberikan peringatan kepada mitra pengemudi Grab yang berkerumun di sebuah area. Teknologi ini diperkenalkan untuk memastikan mitra pengemudi tetap menjaga jarak aman sesuai imbauan pemerintah, dan juga untuk menjaga kesehatan mereka.

Melalui teknologi ini, mitra pengemudi yang terdeteksi berkerumun, akan menerima peringatan melalui pesan teks atau pop-up di aplikasi mitra pengemudi mereka. Hal ini tentu akan membantu pemerintah dan masyarakat DKI Jakarta untuk dapat beradaptasi dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total Kedua.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan ojek online untuk tetap beroperasi selama masa PSBB secara total mulai Senin 14 September 2020. Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Nomor 156 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB Bidang Transportasi mewajibkan perusahaan aplikasi ojek online menerapkan teknologi geofencing.

Director of Government Affairs & Strategic Collaborations Grab Indonesia Uun Ainurofiq menjelaskan teknologi ini membantu mitra pengemudi menjaga jarak aman serta kesehatan mereka sehingga mereka tetap bisa produktif. Saat mereka bisa produktif, lanjutnya, mobilitas masyarakat Jakarta juga akan terbantu.

"Sejalan dengan misi GrabForGood, kami ingin memastikan bahwa setiap orang, termasuk mitra pengemudi, dapat menikmati manfaat dari ekonomi digital. Karenanya, pasti kesehatan menjadi prioritas utama supaya mitra pengemudi kami tetap bisa produktif," ucapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (17/9/2020).

Sejak pengumuman PSBB Total Kedua, ia mengaku tim Grab terus mencari cara yang efektif agar Grab tetap bisa melindungi mata pencaharian dan kesehatan mitra. Teknologi geofencing yang telah Grab manfaatkan sejak awal beroperasi, diterapkan untuk membantu proses pengawasan mitra pengemudi di lapangan ini mulai Senin, 14 September lalu.

"Penerapan geofencing merupakan salah satu solusi inovatif dalam mendeteksi GPS mitra pengemudi yang berkumpul dalam satu lokasi, di mana sistem kami akan langsung memberikan peringatan kepada mereka yang didapati melanggar peraturan," tukasnya.

Selain teknologi geofencing, Grab juga telah melakukan berbagai inisiatif berikut, untuk membantu masyarakat dan mitra pengemudi beradaptasi dalam PSBB Total Kedua. Berikut beberapa inovasi dari Grab.

GrabFoto: Grab Indonesia

1. Komunikasi Melalui Aplikasi Mitra dan Media Sosial - Grab mengirimkan pesan melalui aplikasi mitra pengemudi untuk menyosialisasikan aturan PSBB Jilid 2 dari Pemerintah DKI Jakarta dan mengimbau mitra pengemudi untuk menghindari kerumunan lebih dari 3 orang.

2. Penambahan Kode Etik - Grab menambahkan pasal dalam Kode Etik Mitra Pengemudi untuk memastikan mereka mengikuti imbauan pemerintah dan demi menjaga kesehatan mereka, agar dapat terus produktif. Mitra pengemudi yang ditemukan tidak menggunakan masker atau berkerumun akan diberikan sanksi berupa penonaktifan akun mitra pengemudi selama 14 hari setelah peringatan pertama.

3. Pengecekan Langsung di Lapangan - Saat ini Grab menugaskan puluhan personil untuk melakukan patroli guna memberikan imbauan persuasif kepada mitra pengemudi yang masih berkumpul di satu area dan memberikan edukasi mengenai pentingnya social distancing.

4. Santunan Bagi Mitra Pengemudi - Grab juga memberikan santunan pendapatan untuk mitra pengemudi yang terkena COVID-19 agar mereka bisa fokus melakukan isolasi mandiri atau menunggu masa penyembuhan.

Untuk memastikan masyarakat dapat bermobilisasi dengan aman di tengah pandemi, Grab juga telah memperkenalkan armada GrabProtect yang merupakan program keamanan dan kebersihan untuk memberikan standar kebersihan terbaik di industri ride-hailing melalui serangkaian fitur baru, peningkatan armada GrabCar Protect dan GrabBike Protect, serta pembaharuan aturan keamanan.

Fitur baru juga mencakup deklarasi kesehatan online dan kebersihan sekaligus mask selfie. Penumpang dan pengemudi dapat membatalkan pesanan perjalanan apabila persyaratan masker tidak dipenuhi. Belasan juta kilometer telah ditempuh, sejak layanan ini diluncurkan di Indonesia pada bulan Mei lalu.

"Grab ingin terus menjadi mitra pemerintah dan masyarakat untuk bisa menghadapi pandemi ini bersama. Pandemi COVID-19 telah meningkatkan kesadaran terhadap keamanan dan kebersihan di berbagai industri. Keamanan selalu menjadi fokus utama Grab dan melalui program seperti GrabProtect dan teknologi geofencing, kami telah meningkatkan standar kebersihan di industri ride-hailing. Bersama dengan mitra pengemudi, kami akan memastikan perjalanan setiap penumpang sentiasa aman bersama Grab," pungkasnya.



Simak Video "Skuter Listrik Beroperasi Lagi di Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/fay)