Terungkap, Penyebab Teknologi China Bisa Kejar AS

Terungkap, Penyebab Teknologi China Bisa Kejar AS

Fino Yurio Kristo - detikInet
Minggu, 13 Sep 2020 19:01 WIB
Shenzhen at night
Shenzhen, kota pusat teknologi China. Foto: Thinkstock
Jakarta -

Upaya untuk meraih supremasi teknologi dunia kini juga melibatkan China sehingga membuat Amerika Serikat khawatir, buktinya Huawei sampai TikTok pun mereka cekal. Apa kuncinya sehingga China yang dulunya bukan apa-apa bisa sampai mengejar dengan cepat?

Menurut mantan CEO Google, Eric Schmidt, salah satu alasan utama adalah pendanaan gila-gilaan China untuk riset dan pengembangan teknologi. Untuk saat ini, Eric menilai teknologi AS memang masih unggul, namun China mempersempit jarak dengan cepat.

"Ada fokus yang sungguh-sungguh di China dalam hal penemuan-penemuan dan membuat teknik kecerdasan buatan yang baru. Dalam balapan mempublikasikan temuan ilmiah, China kini sudah mengejar," tutur Schmidt.

Menurut data World Economic Forum, China malah sudah menggantikan AS sebagai penerbit riset paling top di sains dan teknik pada tahun 2018. Perusahaan seperti Huawei, menganggarkan USD 20 miliar untuk riset dan pengembangan, salah satu yang tertinggi di dunia.

Maka, tak heran jika perusahaan teknologi AS berada di depan soal teknologi kecerdasan buatan ataupun 5G. Schmidt pun menyalahkan AS mulai kendor dalam pendanaan penelitian.

"Sepanjang hidup saya, AS tidak pernah dipertanyakan kepemimpinannya dalam riset dan pengembangan. Dulu, pendanaan setara dengan 2% GDP negara ini. Sekarang, persentasenya jatuh lebih rendah," cetus dia.

Di sisi lain, tulang punggung supremasi teknologi AS salah satunya adalah bakat dari negara lain yang dulu cukup bebas belajar dan bekerja di Negeri Paman Sam. Situasi saat ini di mana ruang gerak mereka makin terbatas dapat merugikan AS sendiri.

"Imigran dengan skill tinggi penting bagi daya saing Amerika, membangun perusahaan baru dan lainnya. Amerika tidak punya cukup orang dengan skill semacam itu," cetus Schmidt yang dikutip detikINET dari BBC.

Ia pun menyarankan bahwa meski persaingan ketat bahkan sampai terjadi perang dagang, AS tetap harus bermitra dengan China. "Ada cukup banyak area di mana kita perlu menjadi mitra," pungkasnya.



Simak Video "Trump: Jika Biden Menang, AS Akan Dikuasai China"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)