Digitalisasi UKM Tambah Rp 2.432 Triliun ke PDB Indonesia di 2024

Digitalisasi UKM Tambah Rp 2.432 Triliun ke PDB Indonesia di 2024

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 09 Sep 2020 17:48 WIB
Ilustrasi belanja online
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Digitalisasi usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia bisa meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar USD 160 sampai USD 164 miliar (sekitar Rp 2.432 triliun) pada tahun 2024.

Selain itu, beralihnya UKM ke digital juga akan berkontribusi pada pemulihan ekonomi pasca COVID-19. Prediksi ini merupakan temuan dari Asia Pacific SMB Digital Maturity Study tahun 2020. Studi ini dibuat berdasarkan hasil survei UKM dari seluruh kawasan Asia Pasifik oleh International Data Corporation (IDC) sesuai komisi Cisco.

Berdasarkan hasil survei, UKM yang lebih matang secara digital bisa menikmati keuntungan lebih tinggi, dalam hal pendapatan dan produktivitas, dibanding UKM yang mengabaikan digitalisasi.

Dalam konferensi pers virtual Cisco, Rabu (9/9/2020), Managing Director, Cisco Indonesia Marina Kacaribu menyebutkan, sektor UKM telah menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Namun, sektor ini termasuk yang paling terpukul oleh pandemi COVID-19.

"Seiring upaya Indonesia untuk mengatasi situasi saat ini, transformasi digital UKM memainkan peran penting dalam pemulihan bisnis serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi negara secara keseluruhan. Di Cisco, kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan UKM untuk membantu mereka menjadi lebih kuat dengan solusi dan strategi digital yang tepat," ujarnya.

UKM adalah bagian penting dari perekonomian Indonesia. Menurut Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM), UKM menyumbang 57,8% dari PDB Indonesia secara keseluruhan.

Kementerian KUKM juga telah menetapkan target 10 juta UKM merambah ke digital pada tahun 2020. Studi yang berdasarkan survei primer pada UKM ini menunjukkan bahwa 82% UKM di Indonesia memiliki keinginan bertransformasi secara digital agar bisa menghadirkan produk dan layanan baru ke pasar.

Angka ini merupakan lompatan kenaikan besar dibandingkan tahun lalu, di mana hanya 41% UKM yang menyampaikan keinginan yang sama. Selain itu, 59% mengakui bahwa persaingan saat ini sedang berubah dan mereka harus mengimbanginya. Sedangkan 38% mengatakan bahwa mereka bertransformasi karena ada permintaan dari pelanggan.

Hasil studi tersebut menunjukkan tiga prioritas investasi teknologi teratas untuk UKM di Indonesia, yaitu investasi pada cloud (20%), diikuti oleh keamanan siber (18%), dan pembelian atau peningkatan perangkat lunak IT (13%).

Namun UKM juga menghadapi tantangan lainnya. Menurut para responden, kurangnya bakat terampil (20%) dan kurangnya wawasan tentang pelanggan dan data operasional (17%) adalah dua kendala terbesar yang UKM hadapi.

"Meski saat ini UKM menghadapi tantangan terbesar dalam operasinya, para pelaku UKM juga memiliki peluang yang belum pernah ada sebelumnya untuk mempercepat transformasi digital mereka. Teknologi tidak hanya membantu memecahkan beberapa tantangan utama dan merevitalisasi operasi UKM, tetapi juga membantu UKM untuk mempertahankan pertumbuhannya dalam jangka panjang," kata Director Small Business and Commercial for ASEAN Cisco Raz Mohamad.

Dia memberikan catatan, agar UKM dapat memanfaatkan teknologi sepenuhnya, semua pemangku kepentingan perlu ikut memainkan peran. Menurutnya, pemerintah telah memimpin dan telah memperkenalkan berbagai langkah untuk membantu UKM Indonesia dalam perjalanan digital mereka. Sementara Cisco pun ikut memainkan perannya, salah satunya lewat Cisco Networking Academy.

"Kami bangga dalam memainkan peran kami. Dari perspektif bakat, Cisco Networking Academy telah melatih lebih dari 80 ribu siswa di Indonesia dalam berbagai keterampilan TIK sejak didirikan. Di bidang teknologi, kami telah meluncurkan serangkaian produk dan solusi yang dirancang khusus untuk sektor UKM di bawah portofolio Cisco Designed dan memperkenalkan pembiayaan nol persen untuk pelanggan UKM di negara ini," ujarnya.



Simak Video "Menteri Teten Minta E-Commerce Sediakan Laman Khusus Produk UMKM"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)