Google Setuju Jika Machine Learning Diajarkan di Bangku Sekolah

Google Setuju Jika Machine Learning Diajarkan di Bangku Sekolah

Virgina Maulita Putri - detikInet
Rabu, 09 Sep 2020 16:48 WIB
FILE PHOTO: An illuminated Google logo is seen inside an office building in Zurich September 5, 2018. REUTERS/Arnd WIegmann/File Photo
Google Setuju Jika Machine Learning Diajarkan di Bangku Sekolah (Foto: Arnd WIegmann/Reuters)
Jakarta -

Kebutuhan talenta digital di Indonesia terus bertambah setiap tahunnya mengikuti pertumbuhan ekonomi digital. Untuk memenuhi kebutuhan ini, Google pun setuju jika kemampuan teknologi seperti machine learning dan kecerdasan buatan (AI) diajarkan sejak bangku sekolah menengah.

Google sendiri baru saja mengumumkan kelulusan 219 peserta program pelatihan Bangkit yang berfokus pada machine learning. Program ini ditujukan untuk menciptakan talenta digital siap kerja untuk dipekerjakan di perusahaan teknologi.

Google Senior Fellow dan SVP Google Research Jeff Dean mengatakan penting bagi banyak orang untuk memiliki pemahaman dasar tentang pemrograman, computational thinking dan machine learning.

"Ini tidak hanya komputasi, karena bisa diterapkan di layanan kesehatan, hingga pendidikan dan banyak hal lainnya," kata Dean dalam acara wisuda program Bangkit, Rabu (9/9/2020).

Dean menjelaskan jika ilmu seperti ini diajarkan sejak bangku sekolah maka siswa-siswa di Indonesia bisa memiliki pemahaman dasar yang bisa mereka terapkan untuk bidang lain. Tapi jika mereka memang tertarik untuk mempelajari dengan lebih jauh, maka mereka bisa melanjutkannya di bangku perguruan tinggi.

Bagi mereka yang tertarik untuk terjun dan mempelajari machine learning dan AI, Dean juga memiliki tips-tips yang bisa membantu mereka belajar. Bagi Dean, untuk bisa menguasai machine learning penting untuk langsung mempraktekkannya bersama teman-teman.

"Ambil data set yang menarik, lihat jika kalian bisa mengambil model machine learning yang menarik dari situ. Saya secara umum belajar sambil mempraktekkan," kata Dean.

Untuk memperdalam teori, Dean menyarankan lebih baik membaca 10 makalah secara sepintas daripada membaca satu makalah dengan sangat mendalam. Karena dengan cara ini kalian akan mendapat 10 ide dan konsep berbeda sekaligus.

Untuk yang baru berpikir untuk mempelajari machine learning, Dean mengatakan sebaiknya pilih satu area yang dirasa paling menginspirasi misalnya dari segi teori, merancang algoritma baru atau justru ingin langsung menerapkan machine learning ke masalah yang spesifik.

"Saya rasa semuanya jalur yang bagus dan valid walau agak berbeda. Bagi saya, saya sangat senang melihat apa yang saya kerjakan dengan sedikit orang digunakan secara luas oleh banyak orang di kehidupan nyata," ujar Dean.

"Saya juga menghargai kemajuan teori yang dibuat rekan kerja yang mungkin saya tidak bisa lakukan, tapi bisa dipelajari dan ditingkatkan berdasarkan insight mereka," pungkasnya.



Simak Video "Google Meet Gratis Bakal Dibatasi 1 Jam Per Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)