Mengupas Siberkreasi Kominfo yang Dituding Latih Influencer

Mengupas Siberkreasi Kominfo yang Dituding Latih Influencer

Tim detikcom - detikInet
Senin, 31 Agu 2020 19:37 WIB
Portrait surprised young girl from message on smartphone in brightly yellow sweater, isolate on a violet background
Mengupas Siberkreasi Kominfo yang Dituding Latih Influencer (Foto: Getty Images/iStockphoto/Anatoliy Sizov)
Jakarta -

Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi mendadak viral, karena dituding sebagai program Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk melatih influencer. Apa sih sebenarnya Siberkreasi ini?

Diketahui, Siberkreasi terbentuk sejak Oktober 2017. Saat itu, program Siberkreasi menjadi wadah literasi digital kepada masyarakat terkait maraknya hoax, ujaran kebencian, cyberbullying, pornografi, penipuan, hingga soal radikalisme yang beredar di internet.

Berdasarkan keresahan tersebut, Kominfo yang saat itu dipimpin Menkominfo Rudiantara ini lantas mengajak seluruh elemen masyarakat dan komunitas untuk menyebarkan konten positif di dunia maya lewat gerakan Siberkreasi.

Dalam siaran pers tertanggal 2 Oktober 2017, Kominfo menjelaskan bahwa Gerakan Siberkreasi merupakan kolaborasi berbagai institusi pemerintah maupun swasta, komunitas dan pegiat literasi digital. Gerakan ini merupakan bagian dari komitmen bersama berbagai pihak untuk meningkatkan literasi digital di masyarakat lewat ajakan untuk berbagi kreativitas lewat konten positif dan memanfaatkan internet secara bijak dan bertanggungjawab.

"Ini bukan program pemerintah saja tapi juga program perguruan tinggi, komunitas dan masyarakat. Tidak bisa diklaim yang punya gerakan ini. Concern Kominfo adalah merangkul komunitas dan ekosistem untuk menyebarkan konten positif. Jika konten tidak bisa di-manage dengan baik akan jadi bumerang," ungkap Rudiantara saat mengenalkan Siberkreasi ini ke publik.

Dedy Permadi yang ketika itu menjabat sebagai Ketua Umum Gerakan Siberkreasi ini mengatakan, pertumbuhan pengguna internet yang tinggi di Indonesia harus diimbangi dengan literasi digital.

Gerakan Siberkreasi Kominfo saat pertama kali diperkenalkan pada Oktober 2017.Gerakan Siberkreasi Kominfo saat pertama kali diperkenalkan pada Oktober 2017. Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto

"Tinggi dan massif-nya pembangunan infrastruktur belum diimbangi dengan pengetahuan penggunaan TIK dengan baik. Sehingga terjadi gap antara teknologi dan pengetahuan yang rendah. Infrastuktur yang dibangun tidak diimbangi pengetahuan. Gap ini yang mengakibatkan keresahan sehingga muncul hoax, cyberbullying, radikalisme," jelas Dedy yang sekarang menjabat sebagai Staf Ahli Menkominfo.

Sejak saat itu sampai sekarang, Siberkreasi terus melancarkan program-programnya yang menyangkut tentang digital. Dalam menjalankan program SiBerkreasi ini, Kominfo menggandeng lembaga, komunitas, blogger, sampai influencer seperti Yosi Mokalu, Marcella Zalianti, dan Dennis Adhiswara.

Diberitakan sebelumnya, SiBerkreasi ramai diterpa isu miring terkait influencer di media sosial. Pembahasan soal Siberkreasi itu bermula dari pernyataan Staf Ahli Menkominfo Henry Subiakto.

Henry menjelaskan mengenai salah satu program Siberkreasi yang memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk menjadi influencer.

Pernyataan Henry pun kemudian viral di media sosial. Beragam tudingan pun muncul untuk Siberkreasi, dari disebut sebagai organisasi buzzer/influencer hingga serangan terhadap Ketua Umumnya Yosi Mokalu alias Yosi Project Pop.

Kominfo melalui Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Digital dan SDM, Dedy Permadi kemudian memberikan penjelasan. Dedy menegaskan tudingan yang beredar liar di media sosial tidaklah benar.

Dedy menjelaskan, Siberkreasi merupakan gerakan nasional literasi digital yang merupakan wadah kolaborasi bersama 108 lembaga dan komunitas. Di dalamnya, kata dia, memang ada program School of Influencer. Pelatihan yang ditujukan untuk masyarakat.

"School of Influencer bukan pelatihan untuk para influencer. School of Influencer bisa dicek di website maupun di medsos Siberkreasi," kata Dedy saat dihubungi detikcom, Minggu (30/8).



Simak Video "Bantahan Yosi 'Project Pop' soal Tudingan Jadi Ketua Influencer"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)