Ribuan Orang di London Demo Anti Vaksin dan Lockdown COVID-19

Ribuan Orang di London Demo Anti Vaksin dan Lockdown COVID-19

Virgina Maulita Putri - detikInet
Minggu, 30 Agu 2020 11:01 WIB
Demonstrators opposed to COVID-19 pandemic restrictions take part in a protest, in Trafalgar Square, London, Saturday, Aug. 29, 2020. This protest shows solidarity with a protest held in Germany where tens of thousands of people  gathered at the German capitals iconic Brandenburg Gate in the morning before streaming down the Unter den Linden boulevard in a show of defiance against Germanys coronavirus prevention measures. (Yui Mok/PA via AP)
Ribuan Orang di London Demo Anti Vaksin dan Lockdown COVID-19 Foto: AP/Yui Mok
Jakarta -

Ribuan demonstran dari penjuru Inggris berkumpul di Trafalgar Square, London, Sabtu (29/8) siang. Mereka memprotes kebijakan lockdown dan vaksinasi massal untuk mengatasi virus Corona.

Unjuk rasa ini diikuti oleh banyak kelompok, termasuk mereka yang skeptis akan virus Corona, pengikut teori konspirasi 5G dan kelompok anti vaksin. Massa yang kebanyakan tidak mengenakan masker juga terlihat membawa spanduk yang menyerang WHO dan Bill Gates.

Dikutip detikINET dari The Guardian, Minggu (30/8/2020) unjuk rasa ini mendesak pemerintah Inggris untuk menghentikan pembatasan bepergian dan aturan yang mewajibkan penggunaan masker. Beberapa spanduk juga menyebut virus Corona sebagai hoax dan penipuan.

Beberapa tokoh juga sempat berbicara di event ini, termasuk Piers Corbyn yang merupakan saudara mantan pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn, jurnalis kesehatan Dr Vernon Coleman dan penggiat teori konspirasi David Icke.

Sehari sebelum protes, kepada The Guardian, Corbyn mengatakan, beberapa kelompok telah bergabung untuk mengikuti demonstrasi ini.

"Soal apakah Anda percaya bahwa virus ini hoax atau tidak, apa yang terjadi sekarang ini kurang dari atau sama dengan flu biasa, jadi lockdown dan semua yang menyertainya tidak bisa dibenarkan," kata Corbyn.

"Kami menyerukan kepada anggota parlemen untuk menolak pembaruan Covid Act, dan jika tidak, kami akan berkampanye agar mereka dicopot dari jabatannya," sambungnya.

Salah satu demonstran yang mengikuti unjuk rasa anti vaksin virus Corona ini adalah Amina. Ia membawa spanduk yang bertuliskan 'Biarkan makanan menjadi obat kalian' di satu sisi dan 'Kesehatan tidak datang dari ujung jarum' di sisi lainnya.

Amina mengatakan ia tidak mempercayai vaksin dan membagikan beberapa contoh penggunaan vaksin di negara berkembang yang ia klaim menyebabkan celaka dalam skala besar.

"Jika kalian mau mendapat keuntungan dari kesehatan saya, maka bukan kesehatan saya yang penting bagi kalian," kata Amina

Mirisnya, demonstrasi ribuang orang ini berjalan di saat kasus kematian akibat COVID-19 di Inggris sudah menembus angka 40 ribu. Netizen Inggris yang kecewa melihat demonstrasi ini langsung meramaikan tagar #COVIDIOTS di Twitter.

Demonstrasi yang dilakukan di London ini mengikuti event yang terjadi di Berlin, Jerman di mana 18.000 orang yang skeptis terhadap virus Corona berkumpul di Brandenburg Gate. Event ini akhirnya dibubarkan oleh polisi karena demonstran tidak mematuhi aturan social distancing.



Simak Video "Sebelum 19 April, Biden Targetkan 90% Orang Dewasa di AS Divaksin Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/agt)