Cerita UMKM Bertahan di Masa Pandemi dengan Shopee

Cerita UMKM Bertahan di Masa Pandemi dengan Shopee

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikInet
Rabu, 12 Agu 2020 18:18 WIB
Shopee
Foto: dok Shopee
Jakarta -

Pandemi COVID-19 yang berlangsung di Indonesia membawa dampak yang cukup memukul perekonomian. Dengan aktivitas masyarakat yang berkurang, para pelaku UMKM pun diharuskan untuk memutar otak agar dapat menjaga keberlangsungan bisnis mereka.

Salah satu pelaku UMKM 'Jilbab Serut byAdinda' Noviana Adinda mengungkapkan bahwa pembatasan fisik membuat penjualan usaha baju dan hijab miliknya menurun. Namun lewat platform e-commerce Shopee, ia bisa melihat peluang untuk mengubah bisnisnya demi bertahan di masa pandemi.

"Cara bertahan saya di saat ini sih harus pintar melihat peluang, karena masih ada UMKM yang sama sekali nggak bisa bertahan. Saya pun melihat peluang lewat tren pencarian dari Shopee. Saya melihat pencarian masker, hand sanitizer, dan barang kesehatan lainnya bisa membawa traffic tinggi bagi toko online kita," ujar Noviana dalam acara webinar 'Shopee Bersama UMKM' yang disiarkan secara live melalui aplikasi Zoom, Rabu (12/8/2020).

Noviana mengatakan dari tren Shopee tersebut ia melihat keadaan masyarakat yang kesulitan mencari masker kesehatan dan mahalnya masker yang ada di toko online. Karena toko miliknya pun juga ikut mengalami penurunan maka ia berinisiatif untuk mengganti produk yang dijual tokonya.

"Jadi kami inisiatif ganti produk menjadi produksi masker kain yaitu masker kain hijab dan masker kain scuba. Saya berharap bisa mendapatkan traffic yang tinggi dari pencarian masker dan ketika konsumen membeli masker di toko saya berharap mereka juga bisa membeli produk lainnya seperti hijab atau baju," ungkap Noviana.

Menurut Novi, dengan insiatif yang dilakukan olehnya dan juga data pencarian dari Shopee, penjualan produk lamanya pun juga ikut meningkat.

"Dari data saya melihat lebih dari 50% yang membeli masker itu pasti mereka sambil beli hijab atau baju," ungkap Noviana.

Ia pun dapat bertahan hingga saat ini dan mulai mengembangkan bisnisnya melalui program ekspor dari Shopee. Lewat program ini para pelaku UMKM yang bekerja sama dengan Shopee dapat mengirimakan barang ke luar negeri dengan ongkir yang lebih terjangkau.

"Dengan bantuan program Shopee ekspor ini mempermudah seller untuk pengiriman barang ke luar negeri. Dari dulu saya sudah ingin ekspor, tapi selalu terbatas di biaya pengiriman ekspor mahalnya," imbuh Noviana.

"Dengan adanya program ini biaya ongkos kirim lebih murah, jadi pembeli lebih mudah membeli produk kami. Ada juga diskon promo produk, cashback, dan ongkir dari Shopee, sehingga membawa traffic yang tinggi untuk toko kita. Penjualan di luar negeri pun naik seperti dari Singapura dan Malaysia," pungkas Noviana.

Sebagai informasi, acara webinar 'Shopee Bersama UMKM' digelar bertepatan dengan hari Nasional UMKM. Shopee pun menggelar sejumlah insiatif untuk mendukung UMKM Indonesia, mulai dari program edukasi, literasi ditigal, dan program ekspor ke beberapa negara di Asia Tenggara untuk mendigitalisasi sekaligus menarik minat konsumen global terhadap produk-produk UMKM Indonesia.



Simak Video "Begini Perilaku 'New Normal' Pengguna Shopee Imbas COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/fay)