Drama Blunder Malaysia Mau Bikin Surat Izin Youtuber Dkk

Drama Blunder Malaysia Mau Bikin Surat Izin Youtuber Dkk

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Minggu, 26 Jul 2020 13:15 WIB
Ilustrasi YouTube, Logo YouTube
Blunder Malaysia Mau Bikin Surat Izin Youtuber Dkk (Foto: Sean Gallup/Getty Images)
Jakarta -

Pembuat konten video Youtube, TikTok dan Facebook disuruh bikin surat izin? Itulah drama blunder yang terjadi di Malaysia dan ramai sepanjang minggu ini.

Drama ini bermula ketika media Aljazeera mempublikasikan video dokumenter tentang diskriminasi terhadap buruh migran saat pandemi di Malaysia pada tanggal 3 Juli 2020. Nampaknya pemerintah Malaysia tidak suka dengan video pemberitaan yang dianggap menyudutkan Malaysia itu.

Lalu pada Kamis 23 Juli 2020, Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia, Saifuddin Abdullah memberikan pernyataan mengejutkan. Dia menyebutkan butuh surat izin untuk video diposting di media sosial dan konvensional sesuai UU Film tahun 1981.

"Semua pembuat film harus punya surat izin dan sertifikasi dari Finas (Perbadanan Kemajuan Filem Nasional). Baik itu media mainstream atau personal yang mempublikasikan film di media sosial atau tradisional," kata Saifuddin seperti dilansir South China Morning Post.

Pernyataan itu langsung mengundang keributan di kalangan para netizen Negeri Jiran, terutama para Youtuber. Banyak yang bertanya-tanya, masa iya mau posting video di Youtube atau TikTok harus punya surat izin dulu?

Aneka olok-olok pun muncul dari para netizen terhadap pemerintah Malaysia. Mereka bercanda, bikin video ulang tahun bocah pun butuh surat izin sebelum posting di Youtube.

Kelompok oposisi di Malaysia yang dipimpin Anwar Ibrahim pun menentangnya dan mengatakan ini adalah kemunduran demokrasi dan upaya membungkam kebebasan berekspresi. Lalu pada Jumat 24 Juli 2020, pemerintah Malaysia meralat ucapannya.

"Pemerintah Malaysia mendukung prinsip kemerdekaan pers dan kebebasan individu pada media sosial. Pengguna media sosial bebas memakai platform seperti TikTok, YouTube dan lainnya," kata Saifuddin dilansir Al Jazeera.

Namun, sang menteri belum menjelaskan apakah perusahaan media tetap harus memiliki surat izin untuk membuat berita dokumenter atau konten online. Keributan ini pun tampaknya mereda sementara waktu memasuki akhir pekan ini. Perlu diketahui, 80 persen dari 32 juta rakyat Malaysia menggunakan media sosial dan ada banyak Youtuber ternama di Malaysia.



Simak Video "Makin Ramai Artis Masuk YouTube, Ini Kata Raditya Dika"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/ask)