Format Video Baru Janjikan Resolusi 4K yang Hemat Kuota

Format Video Baru Janjikan Resolusi 4K yang Hemat Kuota

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Kamis, 09 Jul 2020 20:54 WIB
LG 4K UHD CineBeam
Format Video Baru Janjikan Resolusi 4K yang Hemat Kuota (Foto: LG)
Jakarta -

Fraunhofer Heinrich Hertz Institute memamerkan format video, tepatnya codec, baru bernama Versatile Video Coding (VVC) yang menjanjikan kompresi video resolusi tinggi namun lebih hemat kuota.

Nama lengkap codec itu adalah H.266/Versatile Video Coding, yang menurut Fraunhofer diposisikan sebagai penerus standar codec yang banyak dipakai saat ini, yaitu H.264/Advanced Video Coding (AVC) dan H.265/High Efficiency Video Coding (HEVC).

Kedua format video tersebut, AVC dan HEVC, saat ini menguasai pasar transmisi dan kompresi video di dunia, dengan penggunaan mencapai 90%, meski tetap diliputi kontroversi mengenai kepemilikan paten codec HEVC, yang membuat AVC tetap lebih populer.

Hal itulah yang membuat Fraunhofer mengklaim VVC bakal menjadi sebuah terobosan dalam teknologi kompresi video. Alasannya adalah pabrikan hardware dan software tak perlu dipusingkan dengan sistem royalti dan lisensi yang rumit seperti yang terjadi di AVC dan HEVC.

Selain itu tentunya karena codec ini punya kompresi yang lebih baik ketimbang AVC dan HEVC yang membuatnya lebih hemat kuota, dan tetap bisa mempertahankan kualitas video yang dihasilkan, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Kamis (9/7/2020).

"Lewat pengurangan persyaratan data, H.266/VVC bisa membuat transmisi video di jaringan mobile (di mana kapasitas data terbatas) lebih efisien. Sebagai contoh, standar H.265/HEVC membutuhkan 10 GB untuk mengirimkan videe UHD 90 menit," ujar Fraunhofer dalam keterangannya.

"Dengan teknologi baru ini, data yang dibutuhkan hanya 5GB untuk mencapai kualitas yang sama. Ini bisa terjadi karena H.266/VVC dikembangkan khusus untuk konten video berkualitas sangat tinggi, standar ini bakal bermanfaat saat streaming video 4K atau 8K di televisi layar datar. H.266/VVC juga ideal untuk semua jenis gambar bergerak, dari video panorama 360 derajat beresolusi tinggi sampai konten berbagi layar," tambahnya.

Induk organisasi Fraunhofer adalah Fraunhofer Society dan mereka punya nama besar dalam hal standar media digital, dan mereka juga pencipta MP3. Fraunhofer Society juga punya peran besar dalam penciptaan H.264 dan H.265 yang juga bisa menghemat kuota pada zamannya.

"Pada musim gugur tahun ini, Fraunhofer HHI akan mempublikasikan software pertama (baik untuk encoder dan decoder) yang mendukung format video H.226/VVC," ujar Thomas Schierl, Head of Video Coding and Analytics Department at Fraunhofer HHI.



Simak Video "Samsung Gear 360 Generasi Kedua Mampu Rekam Video 4K"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)