Mahasiswa UI Juara Hackathon MIT COVID-19 Challenge

Mahasiswa UI Juara Hackathon MIT COVID-19 Challenge

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Senin, 29 Jun 2020 08:32 WIB
Hackathon MIT COVID-19 Challenge
Foto: Dok. FKUI
Jakarta -

Seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) bernama Adriana Viola Miranda bersama timnya menjadi juara di kompetisi internasional bertajuk MIT COVID-19 Challenge: Latin America vs COVID-19, dengan solusi telemedicine berbasis WhatsApp.

Kompetisi yang digelar pada 19-21 Juni lalu tersebut diadakan oleh Massachusetts Institute of Technology, Amerika Serikat, dengan tujuan memfasilitasi masyarakat ikut andil dalam menangani pandemi COVID-19 dan konsekuensinya di bidang sosial ekonomi.

Pada Latin America vs COVID-19, Adriana bergabung dalam tim bernama AMIGO, yang anggotanya berasal dari berbagai negara seperti Chili, Brasil, Argentina, Sri Lanka, dan Amerika Serikat.

Tim AMIGO yang diperkuat Adriana berhasil menjadi juara kategori 'Track B. New Ways to Deliver Care in a COVID-19 World'. Kompetisi MIT COVID-19 Challenge menggunakan sistem hackathon, yakni kolaborasi dalam pengembangan ide dan prototipe startup kesehatan berbasis teknologi dalam 48 jam, di mana setiap tim akan berkompetisi di treknya masing-masing, mulai dari trek A hingga trek J.

Secara garis besar, tantangan yang dihadapi oleh Adriana dan kawan-kawan di trek B adalah mencarikan metode pelayanan kesehatan selama COVID-19 yang dapat memastikan keselamatan pasien.

"AMIGO menawarkan solusi berupa pelayanan melalui sistem telemedicine berbasis WhatsApp atau SMS bagi yang tidak memiliki akses ke internet, untuk memastikan pelayanan kesehatan yang memadai bagi populasi rentan dengan kondisi kronis," tutur Adriana, seperti dikutip detikINET dari laman situs FKUI.

"Menggunakan machine learning, AMIGO berharap untuk dapat menjadi teman bagi para pasien dengan mengirimkan pesan-pesan monitoring gejala, konsumsi obat, serta membantu penjadwalan konsultasi ke rumah sakit. Ke depannya, AMIGO akan dikembangkan untuk dapat mentriase kebutuhan pasien berdasarkan gejalanya. Saat ini, tim AMIGO sedang dalam proses bekerjasama untuk pilot study dengan sebuah rumah sakit di Chili. Harapan saya solusi yang dibawakan AMIGO ke depannya dapat diimplementasikan juga di Indonesia," lanjutnya.

Sebagai informasi, tim AMIGO ini berisikan anggota dari berbagai latar belakang profesi, seperti dokter, pakar kesehatan masyarakat, hingga ahli bioteknologi. Hanya Adriana dalam tim ini yang masih berstatus mahasiswi kedokteran.

bensu


Simak Video "Yuk Coba! Cara Menggunakan Chatbot WhatsApp Corona COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)