Docquity Jadi Platform Pelatihan Tenaga Medis Lawan COVID-19

Docquity Jadi Platform Pelatihan Tenaga Medis Lawan COVID-19

Aisyah Kamaliah - detikInet
Selasa, 23 Jun 2020 19:42 WIB
Ilustrasi Konsultasi Dokter Online
Ilustrasi telemedicine. Foto: shutterstock
Jakarta -

Docquity dan Kementerian Kesehatan melakukan kerja sama di mana platformnya resmi menjadi anggota dari Aliansi Telemedik Indonesia (Atensi) untuk perekrutan dan pelatihan tenaga medis terkait COVID-19.

Menurut data yang terkumpul per 11 Juni 2020, sebanyak 887 dokter telah mendaftar yang terdiri dari 677 dokter umum dan sisanya adalah dokter spesialis. Sebagian besar dokter relawan yang tergabung berasal dari pulau Jawa dengan anggota terbanyak dari DKI Jakarta, Tangerang dan Bandung. Kemudian sisanya sejumlah 40% berasal dari Aceh, Kalimantan, Sulawesi hingga Flores.

Nantinya setelah menyelesaikan pelatihan, para dokter tersebut akan disalurkan ke beberapa lokasi titik tempat pasien yang terinfeksi SARS-CoV-2 yaitu di Wisma Atlet Kemayoran dan rumah sakit daerah lainnya di Indonesia, dengan semua akomodasi ditanggung oleh pemerintah.

"Sebagai mitra pengurus besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Docquity menyambut baik kerja sama dengan Kemenkes dalam perekrutan dan memberikan pelatihan bagi para dokter relawan sesuai standar WHO untuk menangani pasien wabah COVID-19 melalui platform kami," ujar Amit Vithal selaku Co-Founder Docquity dalam rilis yang diterima detikINET.

Pelatihan ini tak hanya memperhatikan aspek keamanan pasien tetapi juga tenaga medis yang juga sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Prof. DR. Dr. Syafri Kamsul Arif, Sp.An.KlC-KAKV selaku Ketua PP PERDATIN (Perhimpunan Dokter Anestesi dan Terapi Intensif Indonesia) yang juga merupakan narasumber dalam sesi pelatihan bagi para dokter relawan menjelaskan terkait materi pelatihan yang diberikan.

"Materi pelatihan yang kami berikan salah satunya adalah penanganan pasien COVID-19 yang berpusat pada upaya pencegahan perburukan penyakit, khususnya teknik penanganan pasien kritis. Hal ini dikarenakan para dokter yang sudah direkrut akan lebih banyak bertemu pasien dalam tahap lanjut dari penyakit COVID-19 dan bukan yang baru memiliki gejala awal ataupun pasien dalam pengawasan (PDP)."

Pelatihan bagi para dokter relawan dilakukan secara rutin, sebanyak 3 hingga 4 kali pelatihan yang diadakan secara live setiap harinya dengan membahas topik dari cabang ilmu yang berbeda-beda. Ini ditujukan supaya dokter relawan terus mendapatkan pengetahuan baru seiring dengan perkembangan kasus COVID-19.

Selain perekrutan dan pelatihan, Docquity memungkinkan para dokter saling berbagi atau berdiskusi mengenai informasi kesehatan, informasi obat dan pelayanan yang cepat bagi pasien.



Simak Video "Penampakan Antrean Ambulans Pembawa Pasien Corona di India"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)