Twitter Mulai Anjuran Baca Dulu Berita Sebelum Share

Twitter Mulai Anjuran Baca Dulu Berita Sebelum Share

Tim - detikInet
Selasa, 16 Jun 2020 16:17 WIB
Ilustrasi twitter
Aplikasi Twitter. Foto: twitter
Jakarta -

Banyak pengguna media sosial asal membagikan atau retweet berita hanya dengan melihat judulnya, tanpa membacanya terlebih dahulu. Hal ini membuat Twitter menggelontorkan fitur baru sebagai solusi permasalahan itu.

Fitur yang sedang diujicoba pada sebagian pengguna Twitter itu pada intinya menanyakan pada user apakah mereka mau membaca dulu sebelum membagikan sebuah link. Membaca berita tentu akan memberikan pemahaman jauh lebih baik daripada sekadar membaca judulnya.

"Berbagi artikel dapat memicu percakapan, jadi Anda mungkin ingin membacanya sebelum Anda melakukan tweet itu," sebut Twitter dalam pengumumannya.

"Kami sedang menguji pemberitahuan baru di Android, ketika Anda retweet sebuah artikel yang belum Anda buka di Twitter, kami mungkin akan menanyakan apakah Anda ingin membukanya terlebih dahulu," tambah mereka.

Masih dalam tahap ujicoba, belum diketahui kapan fitur tersebut diterapkan secara menyeluruh. Mungkin jika dianggap efektif, Twitter akan mengimplementasikannya pada semua user.

"Ini masih merupakan eksperimen dan saat ini hanya diaplikasikan pada pengguna Android, itu pun tidak semua. Pengguna Twitter di Android yang akan melakukan retweet sebuah artikel tanpa membaca artikelnya lebih dulu, akan mendapatkan notifikasi ini," demikian pernyataan pihak Twitter Indonesia kepada detikINET, Selasa (16/6/2020).

"Beberapa eksperimen lainnya yang kami lakukan baru-baru ini termasuk pengaturan percakapan dan safety notification prompt. Ini semua merupakan bagian dari upaya kami untuk meningkatkan kesehatan percakapan publik di Twitter," tambah mereka.

Permasalahan user membagikan link tanpa membacanya terlebih dahulu bukan hal baru. Studi dari Columbia University dan Microsoft di tahun 2016 menemukan bahwa 59% link di Twitter tidak pernah diklik atau dibuka.

Hal serupa terjadi di Facebook. Penelitian di tahun yang sama, seperti dikutip detikINET dari Guardian, menyebutkan bahwa 70% user Facebook hanya membaca judul dan langsung berkomentar, dengan sampel saat itu berita sains yang padahal tidak benar.

Twitter sepertinya sedang berusaha membuat platformnya lebih sehat tanpa harus menyensor. Bulan lalu, Twitter memperkenalkan fitur yang mendorong pengguna untuk merevisi atau mengedit tweetnya sebelum diposting, terutama jika isi tweet tersebut yang mungkin dianggap berbahaya.



Simak Video "Jepara Diguncang #gempa Jadi Trending di Twitter"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)