Kebijakan Zuckerberg Soal Postingan Trump Sangat Berbahaya

Kebijakan Zuckerberg Soal Postingan Trump Sangat Berbahaya

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 03 Jun 2020 20:27 WIB
Mark Zuckerberg
Kebijakan Zuckerberg Soal Postingan Trump Sangat Berbahaya (Foto: Associated Press)
Jakarta -

Mark Zuckerberg kukuh tidak akan menghapus postingan presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang dinilai banyak pihak glorifikasi kekerasan. Lembaga hak asasi manusia pun mengkritiknya keras, bahkan menyebutnya berbahaya.

Postingan yang dipermasalahkan itu berbunyi, "Ketika penjarahan mulai, penembakan mulai." Hal ini adalah respons Trump terhadap penjarahan pasca demo protes kematian George Floyd. Ucapan yang sama juga diunggah di Twitter, tapi perusahaan berlogo burung itu langsung memastikan cuitan Trump melanggar aturan.

Adapun Zuckerberg sudah final takkan menghapusnya dari Facebook, bahkan meski ratusan karyawannya protes dengan cara mogok kerja. Dia mengaku tidak sepakat dengan perkataan Trump, tapi membiarkannya agar orang dapat melihatnya sendiri.

Zuckerberg juga telah bicara pada karyawan Facebook dan menyatakan dia tetap pada keputusan tetap menayangkan postingan Trump. Ia mengakui keputusan itu mengecewakan sebagian karyawan, tetapi perusahaan telah melakukan review menyeluruh.

Kecewa dengan kebijakan Zuck, tiga lembaga hak asasi manusia mengeluarkan pernyataan bersama. Mereka adalah organisasi Leadership Conference on Civil and Human Rights, NAACP Legal Defense and Educational Fund dan Color of Change.

"Kami kecewa dan tertegun dengan penjelasan Mark yang tidak bisa dimengerti untuk mengizinkan postingan Trump tetap ada," kata mereka, dikutip detikINET dari BBC.

"Dia tidak mendemonstrasikan pemahaman sejarah atau penindasan modern dan dia menolak mengakui Facebook memfasilitasi suara Trump untuk melakukan kekerasa pada para pemrotes," imbuh mereka.

Dengan tidak menghapus postingan semacam itu, mungkin saja akan banyak postingan serupa dipajang di media sosial terbesar dunia tersebut. "Mark telah membuat preseden sangat berbahaya bagi suara-suara lain yang akan mengatakan hal merusak serupa di Facebook," imbuh mereka.

"Kami berterima kasih pimpinan komunitas hak-hak sipil punya waktu membagikan umpan balik jujur pada Mark. Ini adalah momen penting untuk mendengarkan dan kami akan melanjutkan pembicaraan ini," cetus juru bicara Facebook.



Simak Video "Susul Twitter, Kini Facebook Cs Juga Blokir Video Kampanye Trump"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)