Riset UI: Mitra Driver Apresiasi Dukungan Gojek Selama Pandemi

Riset UI: Mitra Driver Apresiasi Dukungan Gojek Selama Pandemi

Abu Ubaidillah - detikInet
Rabu, 27 Mei 2020 14:00 WIB
Gojek
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Hasil survei berjudul 'Pengalaman Mitra Driver Gojek Selama Pandemi COVID-19' oleh Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) kepada 41.393 mitra pengemudi Gojek, menunjukkan bahwa di tengah kondisi pandemi Gojek, mitra pengemudi maupun konsumen yang ada dalam satu ekosistem saling gotong royong membantu.

Berdasarkan riset tersebut, mayoritas mitra pengemudi mendapat bansos dari perusahaan Gojek (89%), konsumen (21%), dan sesama mitra (5%). Selain itu, mitra juga mendapat bantuan dari pemerintah.

Wakil Kepala LD FEB UI, Paksi Walandouw menyebut riset ini menarik, sebab pekerja informal dan ekosistem Gojek sangat terdampak akibat pandemi dan pemberlakuan PSBB. Menurutnya, riset ini menunjukkan bahwa di tengah pandemi, bagian dari ekosistem Gojek tetap gotong royong saling membantu.

"Bantuan sosial yang mengalir dari Gojek kepada mitra, dari konsumen ke mitra, bahkan antar mitra sangat dirasakan manfaatnya. Semangat saling membantu ini yang kami lihat sebagai sikap resiliensi, bahu-membahu membantu, sekaligus optimisme bahwa bencana ini bisa segera dilewati bersama,"ujar Paksi dalam keterangan tertulis, Rabu (27/5/2020).

Temuan lain yang menarik adalah mayoritas mitra pengemudi (84%) mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh Gojek sebagai perusahaan, yang membuat para mitranya merasa terus didukung di tengah situasi sulit. Bansos dari startup on-demand tersebut termasuk program sembako dan/atau voucher makan gratis, bantuan posko aman (cek suhu tubuh, pembagian paket kesehatan terdiri dari masker, hand sanitizer dan lainnya, penyemprotan desinfektan kendaraan), keringanan cicilan, serta kerjasama dengan pemerintah untuk fasilitas program Kartu PraKerja.

Riset juga menunjukkan bahwa bantuan sosial yang mitra pengemudi terima dari Gojek berhubungan dengan mau tidaknya mereka bertahan di Gojek. Secara keseluruhan hampir semua mitra (89%) tetap berencana untuk melanjutkan kemitraannya dengan Gojek, dan sebagian besar mitra (73%) cenderung optimis bahwa penghasilan mereka akan kembali seperti sebelum terjadinya pandemi COVID-19.

"Optimisme mitra ini menarik karena menunjukkan adanya kepercayaan mitra pengemudi pada ekosistem ekonomi digital sebagai tempat mencari nafkah, serta resiliensi bisnis startup on-demand yang saat ini mampu bertahan di masa krisis," tambah Paksi.

Sikap gotong royong juga tercermin dari temuan bahwa meski ada penurunan penghasilan, hampir setengah mitra pengemudi Gojek (44%) memberikan bansos kepada sesama paling banyak kepada anggota keluarga (18%) dan masyarakat (11%). Sebagian mitra (15%) memberikan bantuan ke komunitas pengemudi Gojek atau pada sesama mitra.

Paksi melanjutkan, riset di saat pandemi ini perlu dilakukan mengingat ini adalah kejadian luar biasa yang berdampak secara sosial dan ekonomi. Terlebih lagi, penelitian pada ekosistem ekonomi digital bisa memberi gambaran apakah konsep ekonomi digital bisa berkelanjutan dan terus memberikan dampak positif di berbagai kondisi ekonomi.

Menanggapi hasil survei LD FEB UI, Chief Corporate Affairs Gojek, Nila Marita menyebut sejak awal masa pandemi, pihaknya terus berupaya semaksimal untuk membantu mitra melalui masa sulit ini.

"Salah satu fokus utama Gojek adalah untuk meringankan beban pengeluaran dan memastikan keamanan dan kesehatan mitra yang menjadi andalan masyarakat. Kami mendesain program bantuan ini dengan seksama agar bisa dilakukan dengan skala luas, menjangkau sebanyak mungkin mitra sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal," jelas Nila.

"Kami sangat bersyukur mendengar hasil survei LD FEB UI bahwa mayoritas mitra mengapresiasi bantuan sosial dari Gojek serta dianggap bermanfaat bagi mitra serta keluarga. Kami akan terus berupaya maksimal dalam batas kemampuan kami, untuk mendukung dan memperkuat kemitraan jangka panjang dengan para mitra kami," tambahnya.

Sebagai informasi, riset ini dilakukan menggunakan survei online di pertengahan Mei 2020 dengan metode simple random sampling ke mitra pengemudi roda dua (GoRide) dan roda empat (GoCar) yang sudah bergabung minimal 3 bulan terakhir. Total responden yang dianalisis adalah 41.393 dengan margin of error kurang dari 1% dan responden terbanyak berasal dari Jawa-Bali (60%).

(prf/fay)