Hasil Survei Kebiasaan Orang Belanja Online di Bulan Ramadhan

Hasil Survei Kebiasaan Orang Belanja Online di Bulan Ramadhan

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 21 Mei 2020 19:15 WIB
Ilustrasi Belanja Online
Hasil Survei Kebiasaan Orang Belanja Online di Bulan Ramadhan (Foto: Shutterstock)
Jakarta -

Diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di tengah pandemi COVID-19 ikut mengubah perilaku konsumen berbelanja online. Karena pembatasan tersebut, berbelanja online dijadikan solusi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dari mulai membeli bahan makanan, kebutuhan berpuasa, hingga baju Lebaran, kini berpindah secara masif ke platform online karena situasi pandemi.

Firma riset iPrice bekerja sama dengan penyedia layanan survei online pengguna mobile di seluruh Indonesia Jakpat, melakukan survei untuk mengetahui perilaku berbelanja masyarakat Indonesia, terutama muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan di musim pandemi.

Dalam riset ini, tim iPrice dan Jakpat melakukan survei di platform Jakpat, dan menggunakan 9 pertanyaan survei untuk menggali perilaku belanja online muslim Indonesia saat Ramadhan yang disebar ke 1.000 muslim responden seluruh Indonesia pada 13-14 May 2020.


Berikut ini adalah sejumlah temuan menarik dari survei tersebut.

1. Shopee jadi aplikasi belanja favorit

Sebanyak 82% dari total responden menggunakan Shopee sebagai platform untuk berbelanja online selama 3 bulan belakangan sejak survei ini dilakukan.

Hal ini sejalan dengan Peta Persaingan E-commerce Indonesia Q1 2020, di mana Shopee juga memimpin dengan total kunjungan website terbanyak yaitu 71.533.300 selama periode ini.

Tokopedia sebagai e-commerce lokal menjadi pilihan kedua untuk aplikasi berbelanja dengan total pengguna sebanyak 56% diikuti Lazada 53%, Bukalapak 41%, dan Blibli 15%.

Sementara untuk e-commerce vertikal yang menjual produk spesifik dipimpin oleh Zalora 9%, Sociolla 6%, dan Bhinneka 5%.

e-Commerce fashion muslim juga masuk peringkat 10 besar sebagai aplikasi yang diminati responden di survei ini. Hijabenka dipilih oleh 5% responden, dan Hijup dipilih 4% responden.

riset

2. Produk elektronik paling banyak dibeli, kedua setelah fashion

Selama pandemi COVID-19, minat pembelian webcam meningkat sebanyak 1.572%. Ini dikarenakan pelanggan memerlukannya untuk mendukung efektifitas video call selama pemberlakuan work from home (WFH) dan belajar dari rumah.

Fashion masih memimpin sebagai kategori yang paling diminati selama musim belanja Ramadhan tahun ini, yaitu sebesar 63%, diikuti berikutnya kategori elektronik 45%, kebutuhan rumah tangga dan grocery 41%, kosmetik 33%, dan produk kesehatan 30%.

Selama Ramadhan, pembelian snack dan kue kering yang identik disajikan ketika Lebaran juga dilakukan online oleh masyarakat Indonesia. Jika kita mencari keyword seperti 'kue nastar' atau 'kue kering', banyak pilihan yang bisa kita beli melalui aplikasi e-commerce.

Dalam survei ini, sebanyak 223 atau sekitar 22% responden membeli kue kering lebaran di platform online. Data ini bisa dijadikan acuan bahwa bisnis kue kering di Indonesia mempunyai potensi besar untuk terus tumbuh.

riset

3. Rata-rata orang Indonesia menghabiskan Rp 500 ribu - Rp 1,9 juta

Sudah bukan rahasia umum lagi kalau berbelanja kebutuhan Ramadhan dan Lebaran di Indonesia dikategorikan sebagai periode sibuk di mana purchase intention akan meningkat dibanding bulan biasanya.

Dalam survei ini, kami menemukan bahwa sebanyak 45% responden menghabiskan sekitar Rp 500 ribu - Rp 1.999.999 untuk membeli kebutuhan Lebaran di tahun ini.

Sebanyak 43% menghabiskan Rp 499.999, dan 9% responden menghabiskan kisaran Rp 2.000.000 - Rp 4.999.999, hanya sekitar 2% menghabiskan Rp 5.000.000 lebih.