Karyawan Teknologi Jadi Keranjingan Work From Home

Karyawan Teknologi Jadi Keranjingan Work From Home

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 22 Mei 2020 06:15 WIB
Woman sitting on sofa using laptop in her cozy loft apartment
Ilustrasi work from home. (Foto: Getty Images/Morsa Images)
San Francisco -

Work from home atau kerja dari rumah banyak diterapkan di perusahaan teknologi demi mencegah penularan COVID-19. Rupanya, banyak karyawan yang merasa nyaman melakukan WFH dan ingin meneruskannya walau situasi nanti sudah membaik.

Raksasa teknologi semacam Facebook, Google, Microsoft, Apple sampai Twitter sudah cukup lama mewajibkan karyawan WFH, di masa awal pandemi Corona. Saat ini meski sudah ada perkiraan waktu kembali ke kantor, belum jelas kapan tepatnya seluruh pegawai dapat meninggalkan pola WFH.

Nah, sebagian besar dari mereka terindikasi betah bekerja di tempat tinggal sendiri. Survei oleh CNBC dan Survey Monkey menyebutkan 83% pegawai di bidang teknologi menyatakan mereka sudah menyesuaikan kerja dari rumah dan ingin rutin melakukannya.

Dikutip detikINET dari CNBC, sebanyak 27% responden mengatakan mereka ingin bekerja dari rumah secara permanen dan 36% menyebut mereka ingin WFH lebih sering dari biasanya.

Hanya 5% dari responden mengaku tidak ingin WFH lebih sering dan 2% tidak mau sama sekali kerja dari rumah lagi. Survei ini menyasar 9.095 pegawai di Amerika Serikat dan digelar pada awal Mei ini.

Memang banyak pekerjaan di bidang teknologi bisa dikerjakan di rumah saja, tidak perlu ke kantor. Tercatat sudah dua perusahaan teknologi besar yang mempersilakan jika pegawai mau kerja di rumah secara permanen.

Kedua perusahaan tersebut adalah media sosial Twitter dan Square, layanan pembayaran mobile. Mereka telah mengumumkan pegawai bisa selamanya work from home jika memang tugas-tugas mereka memungkinkan untuk itu.



Simak Video "Twitter akan Izinkan Karyawan WFH Selamanya"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)