Kumpulkan Pergerakan Pengguna, Facebook Jamin Privasi Terlindungi

Kumpulkan Pergerakan Pengguna, Facebook Jamin Privasi Terlindungi

Virgina Maulita Putri - detikInet
Selasa, 19 Mei 2020 14:56 WIB
Ilustrasi Facebook
Kumpulkan Pergerakan Pengguna, Facebook Jamin Privasi Terlindungi (Foto: Reuters)
Jakarta -

Facebook dan CSIS baru saja mengungkap pergerakan pengguna selama berlangsungnya pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Laporan ini dikerjakan dengan menganalisis data pergerakan yang dikumpulkan Peta Pencegahan Penyakit milik Facebook.

Peta ini memang mengumpulkan data dari pengguna Facebook. Tapi perusahaan besutan Mark Zuckerberg ini menjamin privasi pengguna tetap terlindungi.

"Untuk mencegah peristiwa yang kurang baik, Facebook sudah mengambil langkah-langkah tambahan. Jadi sebelum riset ini dikeluarkan kita sudah menyiapkan langkah-langkah privasi," kata Manager Kampanye Kebijakan untuk Facebook di Indonesia Noudhy Valdryno dalam konferensi pers virtual, Selasa (19/5/2020).

Pria yang biasa disapa Ryno ini mengatakan ada tiga langkah yang diterapkan Facebook agar privasi data pengguna tetap terlindungi. Pertama perlindungan privasi dengan berbagai proses agar identitas individu tidak terekspos begitu hasil analisa dirilis untuk publik.

Jadi Facebook akan memastikan data yang dikumpulkan untuk Peta Pencegahan Penyakit yang diberikan kepada mitra seperti CSIS tidak ada yang bersifat individu.

Kedua, proses agregasi data. Peta ini tidak menunjukkan pergerakan individu setiap harinya, tapi pergerakan kluster dalam satu wilayah sehingga data individu tetap terlindungi.

Ketiga ada proses smoothing atau penghalusan data. Proses ini menggabungkan perkiraan populasi dengan wilayah terdekat untuk menghindari kemungkinan terjadinya identifikasi ulang.

Ryno juga menegaskan bahwa data untuk Peta Pencegahan Penyakit ini diambil dari pengguna yang telah opt-in dan mengizinkan Facebook untuk mengakses histori lokasinya.

"Tidak semua pengguna Facebook langsung diambil datanya, tapi pengguna yang menyetujui atau opt-in ke location history-nya Facebook baru itu bisa dijadikan agregat data," jelas Ryno.

"Kalau merasa kurang nyaman bisa langsung opt-out dari opsi location history, itu mudah sekali diakses dari setting aplikasi Facebook," pungkasnya.



Simak Video "Pandemi Corona, Facebook Gaming Dirilis Lebih Cepat"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)