Koneksi Internet di Sleman Belum Stabil untuk Belajar di Rumah

Koneksi Internet di Sleman Belum Stabil untuk Belajar di Rumah

Jauh Hari Wawan S - detikInet
Senin, 20 Apr 2020 19:04 WIB
Plt Kepala Dinas Pendidikan Sleman Arif Haryono
Plt Kepala Disdik Sleman Arif Haryono (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Sleman -

Sekolah di Sleman dari jenjang SD hingga SMP telah menerapkan pembelajaran jarak jauh menggunakan sistem daring. Proses pembelajaran itu sudah dimulai sejak 23 Maret lalu. Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman pun secara berkala melakukan evaluasi.

"Evaluasi yang kami lakukan tentang pembelajaran di rumah yang SMP seluruhnya daring memang ada masalah terkait dengan jaringan internet," kata Plt Kepala Disdik Sleman, Arif Haryono di Kantor Bupati Sleman, Senin (20/4/2020).

Adanya kendala itu, oleh dinas lantas direspon dengan meminta sekolah untuk melakukan kebijakan. Terutama terkait waktu pengumpulan tugas yang disesuaikan dengan kondisi.

"Sehingga itu (pengumpulan tugas) tidak dikatakan terlambat karena mereka ada masalah dengan jaringan internet maka masing-masing sekolah ada kebijakan tersendiri untuk pengumpulan tugas," jelasnya.


Kebijakan itu, kata Arif, tidak sama antara sekolah satu dan lainnya. Sebab, daerah yang minim sinyal internet di Sleman juga tersebar. Termasuk sebaran siswa yang sampai ke daerah perbatasan-perbatasan provinsi.

"Akan tetapi memang sangat bervariasi antara sekolah satu dengan yang lain karena sebaran siswa itu ada di berbagai wilayah," ucapnya.

"Daerah yang sinyalnya susah seperti di Kecamatan Minggir, Prambanan juga ada, mungkin sekitar daerah pinggiran," lanjutnya.

Bukan hanya jenjang SMP saja yang mengalami kendala. Jenjang SD pun juga mengalami kendala. Sejauh ini pembelajaran di SD mengandalkan pesan melalui whatsapp. Dia menyebut, belum semua siswa memegang ponsel sehingga menghambat proses pembelajaran.

"Di SD pembelajaran dengan WA, padahal handphone-nya hanya satu per keluarga dan dibawa orangtua. Lalu kalau orangtua pagi kerja baru bisa mengerjakan pada sore hari setelah handphone-nya ada. Maka sekolah memberikan kelonggaran untuk mengumpulkan tugas," jelasnya.


Selain permasalahan jaringan internet, dinas juga kerap mendapat aduan terkait beban tugas. Aduan itu bukan hanya berasal dari siswa maupun orang tua siswa namun juga guru.

"Ada juga guru sekolah yang memberikan penugasan selama belajar di rumah dengan tugas yang banyak sehingga membebani guru, siswa atau orangtua hingga akhirnya kita lakukan evaluasi," ungkapnya.

Oleh karenanya, dinas melakukan tindak lanjut berupa menerjunkan pengawas untuk melakukan monitoring kegiatan belajar di rumah.

"Banyak laporan masuk terkait tugas yang membebani. Maka ini sudah kita tindaklanjuti. Kami menugaskan pengawas untuk melakukan monitoring dengan pembelajaran di rumah," tutupnya.



Simak Video "Muncul Klaster Covid-19, Pasar Cebongan Sleman Ditutup 3 Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(skm/fay)