Data Pergerakan Pengguna Apple di Indonesia Terungkap

Data Pergerakan Pengguna Apple di Indonesia Terungkap

Virgina Maulita Putri - detikInet
Rabu, 15 Apr 2020 13:32 WIB
NEW YORK, NY - AUGUST 02:  The Apple logo is displayed in an Apple store in lower Manhattan on August 2, 2018 in New York City. On Thursday the technology company and iPhone maker became the first American public company to cross $1 trillion in value. Apple stock is up more than 20% this year.  (Photo by Spencer Platt/Getty Images)
Apple Rilis Data Pergerakan Pengguna untuk Pantau Social Distancing Foto: Spencer Platt/Getty Images
Jakarta -

Di tengah pandemi virus Corona banyak negara yang mengimbau warganya untuk melakukan social distancing. Apple pun ingin membantu pemerintah untuk melihat apakah nasihat tersebut dipatuhi oleh warganya.

Apple baru saja meluncurkan data pergerakan penggunanya yang bisa dimanfaatkan oleh pemerintah dan otoritas kesehatan untuk melihat apakah mereka telah melakukan social distancing untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Dikutip detikINET dari Reuters, Rabu (15/4/2020) data ini dikumpulkan dengan menghitung permintaan rute di Apple Maps. Data ini kemudian dibandingkan dengan penggunaan sebelumnya untuk melihat persentase perubahan volume orang yang berkendara, berjalan kaki atau menggunakan transportasi umum.

Data tersebut bisa diakses di situs Mobility Trends Report yang terus diperbarui setiap harinya. Semua datanya dibandingkan dengan data pada tanggal 13 Januari, sebelum lockdown akibat virus Corona diterapkan.

Saat ini data tersebut meliputi kota-kota besar dan 63 negara di dunia. Sebagai contoh, data Apple di Indonesia per 13 April menunjukkan penurunan orang berkendara hingga 58% dan penurunan orang berjalan kaki hingga 67%.

Apple Mobility Trends Report di IndonesiaApple Mobility Trends Report di Indonesia Foto: Screenshot Apple

Mengingat tools ini dibangun menggunakan data dari pengguna, Apple meyakinkan bahwa mereka tetap menjamin privasi penggunanya. Mereka mengatakan informasi yang dikumpulkan tidak terhubung dengan Apple ID jadi mereka tidak tahu apa yang dilakukan oleh pengguna individu.

Perusahaan besutan Steve Jobs ini juga meyakinkan pengguna bahwa mereka tidak melacak lokasi pengguna atau menyimpan histori lokasi pengguna.

Tools yang dikeluarkan Apple ini mengikuti tools serupa yang diluncurkan Google dua minggu yang lalu. Bedanya data milik Google terlihat lebih lengkap karena mencakup 130 negara dan melaporkan seberapa sibuk lokasi-lokasi penting seperti area pertokoan, perumahan, kantor dan transportasi umum.

Tapi data milik Google baru diperbarui dua kali sejak diluncurkan pada 3 April. Beda dengan Apple yang memperbarui datanya setiap hari.



Simak Video "Cara London Dukung Social Distancing: Perlebar Trotoar"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fyk)