Huawei Cloud Gelar 3 Teknologi Buat Lawan COVID-19

Huawei Cloud Gelar 3 Teknologi Buat Lawan COVID-19

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Jumat, 03 Apr 2020 17:27 WIB
HANOVER, GERMANY - JUNE 12: The Huawei logo is displayed at the 2018 CeBIT technology trade fair on June 12, 2018 in Hanover, Germany. The 2018 CeBIT is running from June 11-15. (Photo by Alexander Koerner/Getty Images)
Huawei Cloud Gelar 3 Teknologi Buat Lawan COVID-19 (Foto: Alexander Koerner/Getty Images)
Jakarta -

Satu persatu perusahaan teknologi besar urun rembuk mengatasi wabah virus corona. Huawei pun menyiapkan sejumlah jurusnya.

Melalui Huawei Cloud mereka mengungkapkan adanya laman khusus Huawei Cloud Fighting COVID-19 with Technology. President of Huawei Cloud Global Market, Deng Tao mengatakan upaya melawan virus corona menghadapi 4 tantangan besar yang coba diatasi Huawei.

"Bagaimana virus bisa dideteksi dengan cepat, bagaimana menyediakan dukungan untuk dokter, bagaimana murid bisa tetap belajar dan bagaimana membantu perusahaan menjalani masa krisis ini," kata Deng dalam konferensi pers online, Jumat (3/4/2020).


Pada laman khusus itu, semua orang bisa melihat 3 strategi yang sedang digelar Huawei Cloud untuk membantu mengatasi COVID-19. Deng menjelaskan strategi utama mereka adalah membuat AI Healthcare dengan contoh di Filipina dan Ekuador.

"AI Healthcare akan membantu para dokter menghemat waktu untuk mengatasi virus corona seperti deteksi virus, analisa gnome, pencitraan medis, penemuan obat dan CT scan," kata dia.

Ditambahkan R&D Director of Huawei Cloud EIHealth Dr Qiao Nan, sejak 3 bulan lalu ketika virus corona menjadi wabah, pihaknya sudah berupaya membantu penelitian virus corona dengan teknologi AI dan cloud.

President of Huawei Cloud Global Market, Deng TaoPresident of Huawei Cloud Global Market, Deng Tao Foto: (Huawei)


"AI dan cloud computing bisa kita pakai untuk mencari solusi mengatasi virus corona," kata Qiao Nan.

Kembali ke Deng, dia mengatakan strategi yang kedua dari Huawei Cloud adalah Online Education. Menurut Deng hal itu dilakukan Huawei Cloud untuk mengembangkan pembelajaran jarak jauh, pengembangan kurikulum dan belajar online. Huawei Cloud memakai ULearning dan BambooCloud dengan contoh penerapan di Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Menurut Deng, yang ketiga adalah Enterprise on Cloud. Bagi pelaku usaha, yang penting adalah bisnis bisa berjalan di masa yang sulit.


"Inilah waktu yang tepat untuk memakai cloud. Huawei Cloud menawarkan banyak solusi seperti SAP cloud untuk memastikan bisnis bisa berjalan, menawarkan remote office supaya karyawan bisa kerja dari rumah dan layanan IT untuk migrasi data," jelasnya.

Huawei pun punya program TECH4ALL sejak tahun lalu untuk sebagai gerakan teknologi untuk mengatasi masalah penting. TECH4ALL kini juga dipakai untuk mengatasi COVID-19 dengan mengajak banyak pihak bekerja sama, dukungan teknis dan berbagi fasilitas.

"Kita bersatu, bekerja bahu-membahu untuk mengatasi kesulitan ini bersama-sama," pungkas Deng.



Simak Video "38 Daerah Berubah Status Jadi Zona Hijau, Mana Saja?"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fay)