Google Kucurkan Dana Ratusan Miliar Perangi Berita Hoax Corona

Google Kucurkan Dana Ratusan Miliar Perangi Berita Hoax Corona

Josina - detikInet
Jumat, 03 Apr 2020 14:08 WIB
XIAN, CHINA - NOVEMBER 20: (CHINA OUT) An etiquette girl is reflected on a big screen at the Googles 2008 Xian winter marketing forum on November 20, 2008 in Xian of Shaanxi Province, China. Google has covered in China most of the commercial value of users, 88 percent of search products and user information in the use of Google. (Photo by China Photos/Getty Images)
Google Kucurkan Dana Ratusan Miliar Perangi Berita Hoax Corona. (Foto: GettyImages)
Jakarta -

Google telah mengumumkan akan menyiapkan dana senilai USD 6,5 juta atau sekitar lebih dari 100 miliar untuk memerangi penyebaran berita-berita yang salah terkait pandemi virus Corona.

Dana ini akan digunakan untuk lembaga pemeriksa fakta (fact-checker), organisasi berita dan organisasi nirlaba di seluruh dunia. Uang ini juga akan membantu portal media berita tertentu untuk mengekspos dan melacak informasi yang salah tentang virus Corona.

"Membantu dunia dan memahami informasi ini memerlukan respons luas yang melibatkan para ilmuwan, jurnalis, tokoh masyarakat, platform teknologi dan masih banyak lagi," ujar Alexios Mantzarlis, Kepala Kredibilitas Berita dan Informasi di Google News Lab dalam tulisan blog seperti dilansir detikINET dari The Hill, Jumat (3/4/2020).

Lembaga-lembaga pemeriksa fakta seperti PolitiFact dan Kaiser News akan menggunakan sebagian dananya untuk memperluas upaya pengecekan data sedangkan situs pemeriksa fakta lainnya seperti LataCehQue akan membantu mengoordinasikan pekerjaan pemeriksa fakta yang berbahasa Spanyol.

Dana tersebut juga akan digunakan untuk kelompok-kelompok serupa di Jerman, Prancis, Spanyol, Italia dan Inggris dan ke jaringan pengecekan fakta internasional dan kelompok advokasi global.

Sebagian dari uang itu juga akan digunakan untuk beasiswa di Universitas Stanford yang akan membantu para jurnalis untuk meliput soal virus corona dan juga kepada kelompok-kelompok yang mendukung kemampuan jurnalis untuk mengakses seputar penelitian COVID-19.

Lalu Google Trends juga akan tersedia secara lebih luas untuk para jurnalis, petugas kesehatan, dan penegak hukum dengan dana untuk melatih jurnalis tentang cara menemukan informasi yang salah tentang kesehatan.

"Pengumuman hari ini adalah salah satu dari beberapa upaya yang kami kerjakan untuk mendukung mereka yang meliput pandemi ini. Kami berharap dapat berbagi lebih cepat," tulis Mantzarlis.

Upaya Google untuk mendukung jurnalis dan memerangi informasi yang salah ini muncul ketika perusahaan media sosial berjuang untuk memblokir informasi yang salah tentang virus corona.



Simak Video "38 Daerah Berubah Status Jadi Zona Hijau, Mana Saja?"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)