SMS Blast Jangan Mudik Beredar di Tengah Wabah Corona

SMS Blast Jangan Mudik Beredar di Tengah Wabah Corona

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Kamis, 02 Apr 2020 22:43 WIB
Penumpang menaiki bus Antar Kota Antar Provinsi di Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Minggu (29/3/2020). Kementerian Perhubungan mengimbau agar warga membatalkan niatnya pulang kampung, untuk mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.
SMS Blast Jangan Mudik Beredar di Tengah Wabah Corona (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta -

Orang-orang menerima SMS blast imbauan untuk tidak mudik. Hal ini untuk mencegah menyebarnya virus corona di Indonesia.

"Jangan mudik untuk melindungi diri sendiri dan keluarga tersayang," begitu bunyi pesan SMS yang masuk ke HP sejumlah orang seperti dipantau detikINET, Kamis (2/4/2020).

Penelusuran detikINET, SMS ini diterima masyarakat mulai tanggal 30 Maret lalu, sampai hari ini. SMS ini dikirim dari Gugus Tugas yang mana adalah pihak yang bertanggung jawab dalam penanggulangan COVID-19 di Indonesia.

Wabah virus corona masih dicoba untuk ditanggulangi. Semakin mendekati Ramadan dan Idul Fitri, maka akan ada tantangan baru.


Orang-orang di Indonesia punya tradisi mudik. Mudik ini justru dikhawatirkan akan menyebarkan virus corona ke seluruh daerah. Pemerintah membolehkan mudik, tapi ada kondisi yang harus dipenuhi.

Presiden Jokowi mengatakan pemudik dari Jabodetabek harus ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP) dan diwajibkan isolasi mandiri di kampung halaman.

"Pemudik yang pulang dari Jabodetabek bisa dilakukan sebagai orang dalam pemantauan, sehingga harus menjalankan isolasi mandiri," kata Jokowi.



Simak Video "Naik 687 Kasus, Kasus Covid-19 di RI Jadi 25.216"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fay)