Pengendalian Virus Corona di Indonesia Berbasis Data Scientist

Kolom Telematika

Pengendalian Virus Corona di Indonesia Berbasis Data Scientist

Dr. Budi Sulistyo, Dr. Dimitri Mahayana, dan Tim Data Scientist PT Sharing Vision Indonesia - detikInet
Senin, 30 Mar 2020 20:09 WIB
Dampak Corona ke Ekonomi
Ilustrasi. (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta -

Artikel detikInet berikut ini akan menjelaskan fenomena wabah Corona di Indonesia dengan pemodelan sistem dinamik. Sistem dinamik dengan persamaan diferensi orde 30, nonlinier dengan umpan balik positif telah digunakan untuk memodelkan fenomena wabah Corona di Indonesia.

Beberapa skenario kontrol yang dilakukan oleh masyarakat atas instruksi pemerintah disimulasikan. Validasi dilakukan dengan melihat kesesuaian dengan data yang ada dan model kurva Richard untuk pandemi.

Hasil simulasi sementara menunjukkan, physical distancing yang ketat yang memperkecil laju penularan sekecil mungkin disertai dengan deteksi dini yang cepat sangat efektif untuk memperkecil dampak wabah Corona di Indonesia.

Dengan konsistensi dan kebersamaan melaksanakan physical distancing dalam rangka memperkecil laju penularan disertai dengan deteksi dini yang cepat, jumlah total masyarakat yang terinfeksi diharapkan ada pada kisaran belasan ribu orang dan wabah bisa segera berakhir.

Namun kelemahan masyarakat dan pemerintah dalam melaksanakan physical distancing maupun deteksi dini yang lambat akan menjadikan jumlah penderita yang terinfeksi wabah Corona di Indonesia bisa melewati angka psikologis satu juta orang, membuat Indonesia berpotensi menjadi episentrum baru wabah ini di Indonesia, dan wabah ini akan berlangsung jauh lebih lama.

Tim penulis merekomendasikan pemerintah dan masyarakat bahu membahu dalam menekan wabah ini, misalnya dengan kebijakan yang lebih pasti dan lebih tegas berkenaan dengan memastikan laju penularan seminimal mungkin dan membuat deteksi dini secepat mungkin.

Latar Belakang

Per 25 Maret 2020, akumulasi kasus terjangkit yang dilaporkan adalah 790 kasus, 58 meninggal dan 31 sembuh. Kecepatan penularan virus ini sungguh luar biasa. Grafik akumulasi jumlah terjangkit menampakkan pola menanjak secara eksponensial.

Data global menunjukkan kenaikan dengan kelipatan 1,23 kali, dalam dua hari dari tanggal 20/3 (274696) ke tanggal 22/3 (336934).Angka-angka ini secara natural memang akan bergerak dengan pola demikian. Artinya, jika kita tidak melakukan kontrol, angka ini akan naik terus secara eksponensial.

Langkah apa saja yang dapat kita lakukan untuk menekan kenaikan ini? Apakah angka total terjangkit dapat kita tekan dengan tindakan kontrol tertentu? Apakah kita dapat mempersingkat rentang waktu siklus penyebaran virus ini?

Model dinamika penyebaran virus yang dibahas dalam tulisan ini diharapkan menjadi bagian kecil dari berbagai upaya yang telah dilakukan sebelumnya untuk mencari titik terang guna menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Harapannya, dengan model ini kita dapat memiliki gambaran, meskipun kasar, mengenai perilaku sistemik dari penyebaran wabah. Lebih jauh lagi, model ini juga dirancang untuk dapat mensimulasikan berbagai skenario pengendalian yang mungkin dilakukan.

Tulisan ini akan memaparkan beberapa hasil simulasi penanganan wabah korona. Tujuannya adalah agar kita memperoleh gambaran kasar mengenai kondisi saat puncak dan akhir siklus. Simulasi ini juga diharapkan dapat memperkirakan kapan siklus akan berakhir berdasarkan skenario tertentu.



Simak Video "Pasien Corona di Mamuju Kabur: Dijemput Petugas, Dilawan Keluarga!"
[Gambas:Video 20detik]