Polusi Amerika Serikat 'Bubar' Dilanda Virus Corona

Polusi Amerika Serikat 'Bubar' Dilanda Virus Corona

Aisyah Kamaliah - detikInet
Senin, 23 Mar 2020 17:32 WIB
New York, New York, USA - April 15, 2013: Pedestrians stroll below the Flatiron Building. Finished in 1902, the landmark skyscraper was designated a City Landmark in 1966 and a National Historic Landmark in 1989.
New York. Foto: (iStock)
Amerika Serikat -

Banyak kota di Amerika Serikat yang memaksa warganya untuk berdiam diri di rumah karena wabah corona, dan ini ternyata berpengaruh pada tingkat polusi yang menurun, seperti yang terjadi di China atau Italia. Hal tersebut terungkap dari gambar yang ditangkap satelit.

Sebuah satelit yang mendeteksi emisi di atmosfer terkait dengan mobil dan truk menunjukkan penurunan besar dalam polusi di wilayah metropolitan utama, termasuk Los Angeles, Seattle, New York, Chicago dan Atlanta.

Los Angeles salah satu kota yang menyumbang emisi dari mobil dan truk. Tapi kini perkantoran dan sekolah telah ditutup bulan ini, jalanan pun kosong, hanya dua-tiga mobil yang terlihat dari biasanya yang selalu ramai.

Gambaran polusi udara di Los Angeles setelah adanya larangan aktivitas luar rumah akibat virus corona.Gambaran polusi udara di Los Angeles setelah adanya larangan aktivitas luar rumah akibat virus corona. Foto: Sentinel-5P satellite data processed by Descartes Labs


Begitu juga di kota lain seperti Seattle yang juga menunjukkan penurunan tingkat polusi. Seattle adalah salah satu kota paling awal yang ditemukan kasus virus corona di Amerika Serikat.

Sejak awal Maret, pemerintah lokal telah meminta penduduk yang berusia di atas 60 tahun untuk berdiam diri di rumah dan bagi para pekerja untuk 'memindahkan' pekerjaan ke rumah untuk sementara. Amazon yang berbasis di Seattle pun juga mengimbau pekerjanya untuk tetap berada di rumah.

Gambaran polusi udara di Seattle setelah adanya larangan aktivitas luar rumah akibat virus corona.Gambaran polusi udara di Seattle setelah adanya larangan aktivitas luar rumah akibat virus corona. Foto: Sentinel-5P satellite data processed by Descartes Labs


Para peneliti di Columbia University telah melihat emisi karbon monoksida di New York City menurun lebih dari 50% di bawah tingkat sepekan terakhir. Perubahan ini juga terkait dengan penurunan lalu lintas di seluruh kota.

"Kami belum pernah melihat penurunan seperti yang kami lihat mulai Jumat lalu," kata Roisin Commane, asisten profesor di Columbia yang melaukan air-monitoring, merujuk pada tanggal 13 Maret.

Masih kata Commane, penurunan polusi sebenarnya juga terlihat pada akhir pekan atau selama musim liburan, namun untuk situasi sekarang di tengah wabah corona, hasil yang ditampilkan sangatlah berbeda. Demikian dikutip dari The New York Times.

Gambaran polusi udara di New York setelah adanya larangan aktivitas luar rumah akibat virus corona.Gambaran polusi udara di New York setelah adanya larangan aktivitas luar rumah akibat virus corona. Foto: Sentinel-5P satellite data processed by Descartes Labs



Simak Video "Aturan Pembatasan Keluar-Masuk Kota Makassar Diperpanjang!"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fyk)