Lewat Satelit, LAPAN Minta Warga #Dirumahaja dan Lawan Corona

Lewat Satelit, LAPAN Minta Warga #Dirumahaja dan Lawan Corona

Agus Tri Haryanto - detikInet
Minggu, 22 Mar 2020 21:19 WIB
Caucasian girl working on computer laptop


***These are our own 3D generic designs. They do not infringe on any copyrighted designs.***
Foto: Getty Images
Jakarta -

Banyak cara untuk menyampaikan pesan terkait pencegahan penyebaran virus corona, termasuk memanfaatkan satelit.

Begitu yang dilakukan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) ketika menyebarkan pesan teks berisikan "Tetap Sehat Tinggal di Rumah #LawanCorona". Untuk membantu menyebarluaskan pesan tersebut, LAPAN menggunakan satelit karya anak bangsa, LAPAN A2/LAPAN-ORARI.

Peneliti Pusat Teknologi Satelit LAPAN Sonny Dwi Harsono menjelaskan aksi ini merupakan bentuk dukungan terhadap kebihakan pemerintah tentang social distancing. Kebijakan tersebut menganjurkan agar masyarakat mengurangi aktivitasnya di luar rumah serta interaksi dengan orang lain.

"Jadi, pesan ini dikirimkan oleh satelit LAPAN A2 melalui beacon APRS (Automatic Packet Reporting System) yang dipancarkan ke seluruh wilayah Indonesia," ujar Sonny sebagaimana detikINET kutip dari Instagram LAPAN, Minggu (22/3/2020).

"APRS ini merupakan sistem komunikasi berbasis teks pesan pendek seperti SMS pada handphone. Namun, pesan APRS ini hanya dapat diterima melalui HT (Handie Talkie) yang memiliki penerima pesan APRS tersebut," kata Sonny menambahkan.

[Gambas:Instagram]

Sonny memaparkan, pesan yang sudah disebarkan bisa diterima oleh siapa pun dengan mengatur frekuensi radio HT ke 145.825 MHz. Hingga saat ini pesan lawan corona sudah diterima oleh puluhan anggota Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Adapun penyebaran pesan tersebut dilakukan mulai 20 Maret 2020. LAPAN menyebutkan untuk saat ini penyebaran pesan dilakukaan pada misi APRS saja. Ke depannya, LAPAN akan mencoba menyebarkan pesan tersebut per satu kali lintasan LAPAN-A2/LAPAN-ORARI setiap 100 menit.

"Nanti jika memungkinkan, kita coba sebarkan 24 jam nonstop setiap 100 menit dalam keadaan tertentu. Saat ini kami sedang mendiskusikan teknisnya. Pesan-pesan dari pemerintah pun dapat disebarkan melalui satelit LAPAN-A2," pungkasnya.



Simak Video "38 Daerah Berubah Status Jadi Zona Hijau, Mana Saja?"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)