Hoax Virus Corona yang Merajalela

Kolom Telematika

Hoax Virus Corona yang Merajalela

Alfons Tanujaya - detikInet
Jumat, 13 Mar 2020 14:06 WIB
hoax virus corona
Hoax Virus Corona yang Merajalela. (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Hoax jadi industri yang tidak kalah masifnya dengan virus komputer atau malware. Salah satu contohnya, hal ini bisa dari maraknya penyebaran hoax di tengah mewabahnya virus corona seperti sekarang.

Sebagai buktinya, khusus di Indonesia saja, sejak isu virus corona merebak pada akhir Januari 2020 sampai pertengahan Maret 2020, sudah menyebar 187 hoax yang menunggangi isu virus corona. Sedangkan malware yang menunggangi isu virus corona di dunia dapat dihitung dengan jari. Vaksincom sendiri belum menemukan malware Indonesia yang menunggangi isu ini.

Memang, membuat hoax tidak sesulit membuat malware. Kemampuan teknis yang dibutuhkan untuk membuat hoax pun jauh lebih rendah dibandingkan membuat malware. Selain itu, platform penyebaran hoax juga sangat luas dan tidak dibatasi sistem operasi seperti malware. Asalkan bisa mendistribusikan informasi dalam bentuk teks saja sudah cukup untuk menyebarkan hoax.

Hoax juga sangat mudah memakan korban, dimana ahli pada bidangnya sekalipun terkadang terkecoh dengan informasi palsu yang sudah dirancang sedemikian rupa karena memanfaatkan trik yang canggih dan mudah mendapatkan kepercayaan penerima hoax.

Berikut ini Vaksincom berikan dua hoax yang beredar pada minggu kedua Maret 2020 dan dirancang dengan cerdik mencampurkan informasi yang legit dengan informasi hoax sehingga penerimanya mudah percaya.

Test air liur untuk deteksi corona

Hoax pertama adalah informasi bahwa Singapura melakukan test liur untuk mendeteksi apakah seseorang terjangkit virus corona atau tidak.

Hoax Virus Corona yang MerajalelaHoax yang menggunakan teknik Imposter Content. Foto: Vaksincom

Teknik yang digunakan adalah Imposter Content atau konten peniru, dimana tautan sumber berita yang dilampirkan adalah dari portal berita yang cukup terpercaya dilengkapi dengan cuplikan berita dari portal berita tersebut.

Tetapi, dengan cerdiknya pembuat hoax membumbuinya dengan menyelipkan satu paragraf tambahan:

Mulai sekarang setiap penumpang yg mendarat di Changi Airport harus ditest air liurnya dan bila
ternyata di-suspect COVID-19, maka harus langsung dikarantina selama minimal 14 hari di RS setempat atas biaya sendiri.

Sebagai catatan, pengetesan deteksi virus corona tidak dapat dilakukan dengan pengetesan air liur. Adapun screening yang dilakukan di bandara adalah deteksi suhu tubuh yang jika terdeteksi demam, akan langsung dihentikan dan dilakukan pengecekan lebih lanjut apakah demam yang diderita disebabkan oleh virus corona atau tidak.

Arahan Gubernur terkait COVID-19

Hoax kedua yang cukup banyak memakan korban dan beredar cukup luas adalah tentang arahan gubernur DKI Jakarta sehubungan dengan COVID-19.

Hoax Virus Corona yang MerajalelaInformasi awal arahan Gubernur DKI Jakarta tentang virus corona. Foto: Vaksincom

Broadcast yang banyak beredar di WhatsApp tersebut dipercaya banyak orang dan tak sedikit pula netizen yang setelah menerima hoax tersebut menambahi poin-poin hoax sehingga makin besar cakupannya menjadi seperti di bawah ini.

Mohon perhatian (khususnya Warga DKI Jakarta dan sekitarnya):

Berikut Disampaikan arahan Gubernur Indonesia Bapak Anies Baswedan terkait mitigasi pencegahan penyebaran virus COVID-19 (Corona Virus), yang disampaikan pada hari Rabu, 11 Maret 2020 di ruang sidang serbaguna Balaikota DKI Jakarta:

UPAYA PENCEGAHAN

Skenario pembatasan interaksi terkait penyebaran Covic, Pemprop. DKI Jakarta menerapkan langkah-langkah pembatasan:

1. Aktifitas sekolah akan dibatasi (jika belum terlalu mengkhawatirkan) atau akan dihentikan sementara
(jika sudah sangat mengkhawatirkan) dan aktifitas belajar mengajar dilakukan secara online.
2. Pemprop akan menerapkan aturan isolasi bagi daerah epicentral (sebaran pasien terbanyak)
3. Larangan -sementara- untuk bepergian ke tempat keramaian
4. Pembatalan izin yang sudah dikeluarkan oleh pemprop dan mempersiapkan prosedur pembatalan.
6. Penutupan berbagai aktivitas publik
8. Pembatasan jam buka-tutup restaurant

Arahan jangka pendek/langsung :
1. Untuk sementara waktu, mulai mengurangi tradisi salam-salaman (berjabat tangan dan cipika cipiki)
2. Seluruh jajaran SKPD agar melaksanakan Ingub 16 Tahun 2020
3. Seluruh fasilitas publik yang berada di lingkungan Pemprop DKI diwajibkan untuk menyediakan sabun cuci tangan/disinfektan/hand sanitizer
4. Dalam 2 minggu ke depan, kegiatan Car Free Day (Hari Bebas Kendaraan bermotor) pada setiap hari Ahad pagi (Minggu) ditiadakan
5. Pemprop melalui Satpol PP dan instansi terkait akan memperketat pembatasan acara-acara publik
6. Pemprop juga meminta agar semua stakeholders (pemangku kebijakan) membatalkan seluruh acara
yang berisiko penyebaran Covid-19
7. Semua PNS DKI yang menjalani karantina, atau dirawat karena terjangkit, atau diduga terjangkit Covid-19, maka Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) tidak akan dipotong, dan akan dilakukan penyesuaian sesuai peraturan yang berlaku
8. Adapun beberapa wilayah DKI dengan potensi Covid-19 :

1. Setia Budi
2. Pancoran
3. Mampang Prapatan
4. Penjaringan
5. Kembangan
6. Meruya
7. Kebun Jeruk
8. Pantai Indah Kapuk
9. Sunter
10. Kelapa Gading

Demikian disampaikan.
Harap maklum.

Jakarta, 11 Maret 2020.

Set Humas
Pemprop DKI Jakarta


Broadcast tersebut dapat dipastikan Hoax berdasarkan sanggahan Pemprov DKI sendiri pada akun Instagram Pemprov DKI Jakarta.

Adapun sanggahan dari Pemprov DKI tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Hoax Virus Corona yang MerajalelaSanggahan Pemprov DKI atas broadcast hoax yang beredar. Foto: Vaksincom

Namun sekali lagi, kecerdikan pembuat hoax mencampurkan informasi yang legit, informasi setengah legit, menyelipkan informasi palsu, dan mengeditnya membuat banyak korban yang menerima hoax ini percaya dan ikut menyebarkan dengan sukarela.

Konyolnya, ada yang kreatif menambahkan poin-poin dan tambahan daerah yang mengandung potensi COVID-19 makin bertambah panjang. Seperti kita ketahui, Gubernur DKI Anies Baswedan memang meniadakan Hari Bebas Kendaraan Bermotor dalam press release resminya. Informasi tersebut dimasukkan ke dalam hoax guna mendapatkan kepercayaan si penerima hoax.

Seiring dengan makin memuncaknya isu virus corona atau COVID-19, dapat dipastikan hoax ini akan makin berkembang dan membelah diri seperti virus. Karena itu, penulis mengharapkan kehati-hatian netizen, khususnya pengguna media sosial sebelum menyebarkan informasi.

Pastikan informasi yang Anda terima memang benar, dan kalau ragu-ragu sebaiknya jangan disebarkan. Ingat selalu, saring sebelum sharing!

*) Alfons Tanujaya, ahli keamanan cyber dari Vaksincom, aktif mendedikasikan waktu untuk memberikan informasi dan edukasi tentang malware dan sekuriti bagi komunitas IT Indonesia.



Simak Video "Daftar 54 Hoax Mengenai Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)