Virus Corona Bisa Menular Lewat Ponsel, Fakta atau Mitos?

Virus Corona Bisa Menular Lewat Ponsel, Fakta atau Mitos?

Aisyah Kamaliah - detikInet
Rabu, 04 Mar 2020 15:50 WIB
dr Lie Agustinus Dharmawan
dr Lie Agustinus Dharmawan. Foto: Aisyah Kamaliah
Jakarta -

Banyak informasi simpang siur yang beredar, terlebih ketika dua orang WNI dikonfirmasi positif virus corona (COVID-19). Salah satunya adalah ponsel yang kerap disebut sebagai salah satu penyebab penularan corona virus.

Bisakah itu terjadi? Tentu saja jawabannya harus bersumber dari seorang ahli kesehatan. detikINET membahas ini bersama dr Lie Agustinus Dharmawan, PhD, SpB, SpBTKV, dalam diskusi hangat di salah satu rumah sakit apung milik DoctorShare, di Pluit, Jakarta Utara.

Menurutnya memungkinkan saja corona tertular lewat ponsel dalam kondisi atau situasi tertentu. Jadi, tidak begitu saja ponsel dapat menyebarkan corona.

"Iya (bisa menular --red) dia bisa hidup di mana-mana. Itu ditularkan melalui percikan air liur, bersin gitu 'hatchi!' lalu lagi megang handphone lalu handphone-nya dikasihkan ke orang. Lalu pegang mata, masuklah dia ke matanya. Atau pegang hidungnya lalu masuklah virus ini dari lubang hidungnya masuklah ke paru-paru. Atau lewat makanan," jelasnya.

Kenali Virus Corona

Kepada kami, dr Lie yang kerap disapa dengan sebutan 'Papi' menjelaskan bahwa virus adalah makhluk yang sangat kecil, bahkan lebih kecil dari bakteri dan tidak punya sel. Karena itu mereka butuh inang untuk hidup di dalam selnya.

"Kalau mereka di manusia, tubuh manusia kuat sehat, mereka tidak bisa masuk. Mereka akan mati. Dinamakan corona karena mereka seperti mahkota, crown. Mereka biasanya hidup di saluran pernapasan. Kalau tubuh kita kuat virus akan dimakan oleh sel darah putih kita," tutur dr Lie.

Ia menambahkan yang terpenting adalah menjaga daya tahan tubuh. Ia mencoba membandingkan dengan berbagai macam virus yang menghantui setiap harinya seperti demam berdarah dengue atau virus hepatitis.

"Setiap tahun ada orang yang meninggal karena HIV/AIDS, ada berapa ratusan ribu. Kita harus waspada iya, tapi menjadi parno nggak usahlah berlebihan. Beli-beli beras, memang mau dipakai untuk hidup seratus tahun?," kata dr Lie.

"Jadi itulah mengapa kami para dokter menyarankan untuk menjaga higienitas, kebersihannya dijaga. Jangan takut, ketakutan berlebih itu yang membunuh kita," tandasnya.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fyk)