Grab Venture Velocity ke-3 Resmi Dibuka, Incar Pemberdayaan UKM

Grab Venture Velocity ke-3 Resmi Dibuka, Incar Pemberdayaan UKM

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikInet
Selasa, 03 Mar 2020 17:35 WIB
Grab Venture Velocity
Foto: Reyhan Diandri Ghivarianto/detikcom
Jakarta -

Grab kembali meluncurkan program Grab Ventures Velocity (GVV) angkatan ketiga dengan sasaran pemberdayaan usaha mikro. Grab Ventures Velocity sebelumnya sudah ada sejak tahun 2018 dengan misi utama untuk mempercepat pertumbuhan pasar startup di Indonesia. Pendaftaran untuk angkatan ketiga ini telah dibuka hari ini hingga tanggal 31 Maret 2020.

"Ini merupakan bagian wujud dari misi kami Grab For Good, di mana peluncuran GVV angkatan ketiga pada hari ini juga mewujudkan misi kami mengembangkan startup-startup di Indonesia sehingga mereka bisa menjadi unicorn-unicorn yang akan datang," ungkap Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi, dalam konferensi pers GVV, Plaza Kuningan, Selasa (3/3/2020).

"Semua ini juga tidak terlepas dari dukungan pemerintah Indonesia, hal ini terlihat dari sudah diagendakannya di Renstra kemudian di RPJMN 2020-2024," imbuhnya.

Neneng menuturkan, GVV sudah menghasilkan 10 startup dari angkatan-angkatan pada dua tahun sebelumnya. Di mana mereka semua sudah memberdayakan 117.000 pengusaha mikro.

"Hasil dari 10 GVV ini, mereka sudah memberdayakan kurang lebihnya 117.000 pengusaha mikro dalam waktu 2 tahun. Ini adalah bagaimana kita membantu mengembangkan ekonomi digital di Indonesia, dengan memberikan akses pasar dan pelatihan serta pengembangan di dalam ekosistem Grab," imbuhnya.

Ekosistem Grab yang dimaksud adalah seluruh mitra merchant, mitra pengemudi, serta partner dari Grab sehingga pengusaha baru bergabung bisa mendapatkan jangkauan kolaborasi yang luas.

Neneng menjelaskan, pemberdayaan usaha mikro melalui GVV angkatan ke-3 ini memiliki 2 fokus jalur. Jalur yang pertama adalah Valued Add Services UKM.

"Valued Add Services artinya adalah kami mencari startup-startup yang bisa mendigitalisasi usaha-usaha penyedia makanan untuk menaikkan bisnisnya, mengurangi biaya, dan memperlancar operasi mereka," jelas Neneng

Sementara jalur yang kedua menurut Neneng adalah di industri logistik. Di mana target dari grab adalah inovasi warehousing dan trucking space.

"Logistik itu sangat penting di Indonesia, kami memerlukan startup-startup yang berada di bidang tersebut," jelas Neneng.

Sementara itu Co-Founder & COO Qoala Tommy Martin (salah satu graduate GVV angkatan ke-2) mengungkapkan, dengan pelatihan di GVV, perusahaan asuransi digital miliknya dapat menjangkau pasar lebih luas lewat mitra Grab Kios dan mendapat kiat bisnis dalam membangun startup yang bagus.

"Dari sisi training dan workshopnya sangat informatif. Pelatihan tersebut menghadirkan beberapa leadership dari Grab dan juga dari Venture Capital sehingga memberikan insight bagaimana membangun startup yang bagus," ujar Tommy.

Co-Founder & President TaniHub Eka Pamitra (juga salah satu graduate GVV angkatan ke-2) mengungkapkan, Grab banyak membantu dalam pengembangan bisnis TaniHub yaitu jual beli bagi para petani.

"Sebagai ilustrasi kita dulu hanya mempunyai 1.000 merchant selama 3 tahun TaniHub berjalan, tapi dengan ikut program dari Grab ini kami mendapatkan 1.000 merchant baru hanya dalam kurun waktu 1 bulan," ujar Eka.

Sebagai informasi, Grab Kios saat ini menaungi perkembangan ekosistem usaha mikro yang ada di program GVV dan warung-warung pengusaha mikro yang menjadi mitra Grab. Selain itu Grab Indonesia juga sudah menandatangani MoU dengan Bank BRI melalui BRI Ventures untuk kerja sama dalam hal investasi terhadap usaha mikro yang ikut di GVV Angkatan ke-3 ini.

Grab Venture Velocity ke-3 Resmi Dibuka, Incar Pemberdayaan UKM
(prf/fay)