Pegawai Uni Eropa Diminta Tinggalkan WhatsApp, Kenapa?

Pegawai Uni Eropa Diminta Tinggalkan WhatsApp, Kenapa?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Senin, 02 Mar 2020 12:03 WIB
Ilustrasi WhatsApp
Ilustrasi. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta -

Pegawai Komisi Uni Eropa meminta semua pegawainya untuk berhenti menggunakan WhatsApp. Bisa ditebak, itu karena WhatsApp dianggap tidak aman.

Keputusan diambil menyusul kasus hack yang menimpa ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos. File video yang diduga dikirim dari Arab Saudi ternyata berisi malware yang mengangkut data pribadi Bezos.

Sebagai gantinya, pegawai Uni Eropa diminta memakai Signal yang dianggap lebih aman. "Signal telah dipilih sebagai aplikasi yang direkomendasikan untuk pesan instan publik," kata Uni Eropa.

Belakangan beredar kabar bahwa Signal pun akhirnya ditinggalkan. Uni Eropa dikabarkan mengembangkan layanan messaging sendiri yang dianggap jauh lebih terlindungi.

Sebelumnya, pejabat di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) ternyata juga tidak menggunakan WhatsApp sebagai sarana komunikasi. "Pejabat resmi di PBB diinstruksikan untuk tidak menggunakan WhatsApp, ia tidak didukung sebagai sebuah mekanisme yang aman," kata juru bicara PBB, Farhan Haq.

soal PBB tak memakai WhatsApp, pihak layanan messaging itu angkat bicara. "Setiap pesan privat dilindungi dengan enkripsi end to end untuk mencegah WhatsApp atau yang lain melihat pesan itu," kata WhatsApp tentang keamanan layannya.

"Teknologi penyandian yang kami kembangkan dengan Signal dianggap tinggi oleh ahli keamanan dan masih tetap yang terbaik bagi orang-orang di seluruh dunia," klaim mereka.



Simak Video "Cara Lakukan Video Call WhatsApp hingga 8 Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)