Kamis, 20 Feb 2020 12:50 WIB

Heboh Mark Zuckerberg Minta Staf Keringkan Ketiaknya

Virgina Maulita Putri - detikInet
Mark Zuckerberg Facebook Bantah Mark Zuckerberg Pernah Minta Staf Keringkan Ketiaknya Foto: Getty Images
Jakarta -

Pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg dikabarkan pernah meminta staf untuk mengeringkan ketiaknya. Facebook pun langsung membantah kabar ini.

Kisah ini pertama kali terkuak lewat buku 'Facebook: The Inside Story' yang ditulis oleh Steven Levy dan cukup menjadi kehebohan. Dikutip dari BBC, Kamis (20/2/2020) buku ini rencananya baru akan diluncurkan akhir bulan Februari, tapi ulasannya telah diterbitkan oleh Bloomberg.

Ulasan tersebut berisi kisah bahwa Zuckerberg pernah meminta staf komunikasinya untuk mengeringkan ketiaknya yang berkeringat karena gugup sebelum berpidato. Juru bicara Facebook, Liz Bourgeois pun membantah akurasi cerita ini.

"Saya tidak yakin ini benar, dan jika demikian, itu merupakan permintaan tim komunikasi kami, tapi pasti siapa pun yang pernah mengenakan kaus abu-abu bisa mengerti," kata Bourgeois.

Cerita ini pun dengan cepat menyebar di media sosial. Zuckerberg pun menjadi bahan olokan, bahkan CEO Twitter Jack Dorsey pun ikut menimpali.

Jurnalis Sarah Frier bertanya kepada Dorsey apakah ia pernah membutuhkan layanan ini dari timnya. Lewat cuitannya, Dorsey menjawab ia tidak pernah memiliki permintaan seperti itu.

"Saya tidak pernah, tapi akan sangat senang untuk menyediakan layanan seperti itu kepada tim komunikasi kami jika dibutuhkan," gurau Dorsey.

Penulis buku ini, Steven Levy, adalah seorang editor majalah teknologi Wired yang telah lama meliput Facebook. Ia mengaku memiliki buku harian Zuckerberg dari 2006, dan bukunya berisi wawancara dengan pegawai dan mantan pegawai Facebook.

Selain Zuckerberg, buku ini juga memiliki cerita tentang COO Facebook Sheryl Sandberg. Sandberg disebut sebagai seseorang yang sangat memperhatikan imejnya di depan publik, bahkan ia diklaim berpura-pura gugup di depan wartawan agar tidak diberi pertanyaan sulit.

Juru bicara Facebook juga mempertanyakan keabsahan cerita ini. Menurutnya, ia hanya pernah melihat Sandberg gugup sebelum wawancara saat membicarakan kepergian suaminya, David Goldberg, yang meninggal dunia pada 2015.

"Tidak ada yang pura-pura soal kegugupannya sebelum wawancara penting," tulis Bourgeois dalam cuitannya.

"Saya hanya bisa mengingat hanya dua kali dalam tiga tahun saat ia mengatakan pewawancara bahwa ia merasa gugup dan keduanya saat ia akan berbicara di depan kamera tentang kehilangan Dave," sambungnya.



Simak Video "Mengapa Facebook dan Instagram 3 Kali Tumbang Dalam Setahun?"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fyk)