Pendiri Telegram: WhatsApp Dihapus Saja, Berbahaya - Halaman 2

Pendiri Telegram: WhatsApp Dihapus Saja, Berbahaya

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 06 Feb 2020 06:16 WIB
pavel durov
Pavel Durov. Foto: Instagram @durov

Berlanjut pada awal tahun 2019, muncul kabar bahwa ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diangkut informasinya karena malware yang dikirim melalui WhatsApp. Menurut dia, seandainya Bezos memakai Telegram, ia takkan kebobolan.

"Celah keamanan WhatsApp berupa video corrupt ini ada tak hanya di iOS tapi juga Android dan bahkan perangkat Windows Phone. Artinya, seluruh perangkat mobile yang diinstall WhatsApp," tulis Durov di blog.

"Cacat keamanan ini tidak ada di layanan messaging lain di iOS. Seandainya Jeff Bezos mengandalkan Telegram ketimbang WhatsApp, dia tidak akan diperas oleh orang yang melacak komunikasinya," paparnya.

WhatsApp mengandalkan penyandian atau enskripsi end to end, di mana diklaim pesan hanya dapat dibaca oleh pengirim dan penerima. Tapi menurut Durov, teknologi itu tidak secara absolut dapat melindungi privasi user.

Ia mengklaim, ada backdoor atau pintu belakang di WhatsApp yang dimanfaatkan aparat. "Aparat tidak senang dengan enskripsi, memaksa developer aplikasi menanam celah di aplikasinya," klaim Durov.

"Saya tahu karena telah didekati beberapa dari mereka dan menolak kerja sama. Hasilnya, Telegram dilarang di beberapa negara di mana WhatsApp tak bermasalah dengan otoritas, yang paling mencurigakan adalah di Rusia dan Iran," imbuhnya.

Ia tidak sepakat bahwa masalah pembajakan ponsel Bezos ada di iOS seperti klaim Facebook. "Masalah ini tidak spesifik iOS tapi spesifik WhatsApp," cetus Durov.

(fyk/fay)