Twitter Lawan Teori Konspirasi Virus Corona

Twitter Lawan Teori Konspirasi Virus Corona

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 30 Jan 2020 22:40 WIB
Antrean panjang warga yang hendak membeli masker terlihat di apotek maupun toko di Hong Kong. Mereka ramai-ramai beli masker agar terhindar dari virus corona.
Warga Hong Kong antre beli masker untuk melindungi diri dari virus corona. Foto: AP Photo
Jakarta -

Seiring merebaknya teori konspirasi tentang penyebaran coronavirus atau virus corona di berbagai media sosial, Twitter berupaya melawan penyampaian informasi yang salah dan membingungkan terkait dengan virus tersebut.

Seperti dikutip dari akun resmi Twitter Public Policy (@Policy), media sosial yang identik dengan logo burung biru ini mengumumkan akan mencegah hasil pencarian otomatis yang mengarahkan ke konten yang tidak kredibel.

Sebagai gantinya, pengguna bisa memanfaatkan fitur search ke sebuah akun secara langsung, terutama ke organisasi terpercaya, misalnya lembaga kesehatan seperti Center for Disease Control and Prevention (CDC) Atlanta.

"Kami meluncurkan fitur pencarian khusus untuk memastikan bahwa ketika mencari informasi tentang #coronavirus, Anda terlebih dahulu akan menemukan informasi yang kredibel dan otoritatif," tulis Twitter dalam pernyataannya.

Twitter juga langsung membentuk kemitraan dengan berbagai organisasi di 14 negara, antara lain termasuk Amerika Serikat, Australia, dan Jepang, dan akan memperluasnya ke lebih banyak negara ketika diperlukan.

Cara ini sama dengan yang dilakukan Twitter dalam memerangi disinformasi terkait vaksin yang beredar di platformnya beberapa waktu lalu. Upaya tersebut mendorong pengguna untuk mencari fakta, mengarahkan pencarian terkait vaksin ke vaksin .ov, situs Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS), untuk mencegah penyebaran teori konspirasi dan informasi yang salah lainnya.

Meski Twitter belum melihat upaya terkoordinasi yang signifikan dalam menyebarkan disinformasi terkait dengan virus corona, setidaknya sudah ada lebih dari 15 juta tweet tentang isu ini dalam empat minggu terakhir. Konspirasi dan informasi salah tentang virus corona juga telah menyebar di Facebook, Instagram, dan TikTok.



Simak Video "Twitter Berikan Layanan Bebas Berekspresi untuk Pengguna di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)