Kamis, 30 Jan 2020 17:06 WIB

Mark Zuckerberg Tak Peduli Jika Dibenci Orang

Fino Yurio Kristo - detikInet
Facebook CEO Mark Zuckerberg testifies in a House Energy and Commerce Committee hearing regarding the companys use and protection of user data on Capitol Hill in Washington, U.S., April 11, 2018. REUTERS/Leah Millis Mark Zuckerberg. Foto: Reuters
Jakarta -

Patut diakui, reputasi Mark Zuckerberg sudah tak secemerlang dulu. Belakangan ia banyak menuai kritik, haters pun bermunculan. Tapi rupanya, sang pendiri Facebook tak ambil pusing.

Tampil dalam pengumuman performa keuangan terbaru Facebook, Zuck mengaku tujuannya bukan untuk disukai orang melainkan dimengerti.

"Tujuan saya untuk dekade ke depan adalah bukan untuk disukai tapi untuk dimengerti," katanya, seperti dikutip detikINET dari Guardian.

Facebook menurutnya di masa lalu bertindak kurang tepat agar lebih disukai. "Kami tak selalu mengkomunikasikan pandangan kami dengan jelas karena cemas bikin orang tersinggung. Ini menjadikan sentimen positif tapi dangkal pada perusahaan," paparnya.

Sekitar dua tahun belakangan, Zuck dan Facebook kerap jadi sasaran ketidaksukaan. Terutama terkait tudingan Facebook jadi platform untuk menyebarkan kebencian, hoax yang mempengaruhi hasil pemilu sampai abai terhadap privasi.

Terbaru, Hillary Clinton mengkritik kebijakan Facebook yang enggan memerangi konten disinformasi dan propaganda di platform-nya. Bahkan Clinton menyebut Zuckerberg memiliki sudut pandang yang otoriter terkait dengan penyebaran disinformasi.

"Saya kadang merasa seperti bernegosiasi dengan kekuatan asing. Dia terlalu berkuasa," kata Clinton kepada The Atlantic.

"Ini adalah perusahaan global yang memiliki pengaruh sangat besar dengan cara yang baru saja kita mulai pahami," sambungnya.



Simak Video "Mengapa Facebook dan Instagram 3 Kali Tumbang Dalam Setahun?"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)