Nama Presiden China Diterjemahkan Sh*thole, Facebook Minta Maaf

Nama Presiden China Diterjemahkan Sh*thole, Facebook Minta Maaf

Virgina Maulita Putri - detikInet
Senin, 20 Jan 2020 17:30 WIB
Salah Terjemahkan Nama Presiden China, Facebook Minta Maaf (Foto: Reuters)
Jakarta - Facebook meminta maaf setelah postingan di platform-nya menerjemahkan nama Presiden China, Xi Jinping menjadi kata yang vulgar. Nama Presiden Xi dalam postingan tersebut berubah menjadi Mr. Sh*thole ketika diterjemahkan dari bahasa Myanmar ke bahasa Inggris.

Dilansir detikINET dari Reuters, Senin (20/1/2020) kesalahan ini terungkap pada hari kedua kunjungan kenegaraan Xi ke Myanmar. Dalam kunjungan tersebut Xi bersama pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi, menandatangani sejumlah perjanjian infrastruktur.



Berita tentang kunjungan tersebut diterbitkan di halaman Facebook resmi milik Suu Kyi. Sayangnya postingan tersebut diwarnai dengan tulisan Mr. Sh*thole ketika diterjemahkan dari bahasa Myanmar ke bahasa Inggris.

Facebook mengaku terjemahan yang vulgar ini diakibatkan kesalahan teknis. Tidak diketahui berapa lama kesalahan ini terjadi, tapi Reuters mencatat layanan penerjemah milik Google tidak menunjukkan kesalahan terjemahan.

"Kami telah memperbaiki kesalahan teknis yang menyebabkan terjemahan tidak tepat dari bahasa Myanmar ke bahasa Inggris di Facebook," kata Facebook dalam keterangan resminya.

"Ini tidak seharusnya terjadi dan kita mengambil langkah untuk memastikan ini tidak terjadi kembali. Kami secara tulus meminta maaf atas rasa tidak nyaman yang disebabkan hal ini," sambungnya.

Facebook mengatakan sistem mereka tidak memiliki nama Presiden Xi Jinping di database bahasa Myanmar mereka. Akibatnya, sistem tersebut hanya menebak terjemahannya.



Hasil terjemahan kata-kata yang terdengar mirip dan dimulai dengan 'xi' dan 'shi' di bahasa Myanmar juga menampilkan kata 'sh*thole'. Instruktur bahasa Myanmar di University of California, Kenneth Wong mengatakan bahwa nama Presiden Xi Jinping terdengar mirip dengan 'chi kyin phyin' yang secara kasar diterjemahkan menjadi 'lubang kotoran tinja' dalam bahasa Myanmar.

Ini bukan pertama kalinya sistem penerjemah Facebook membuat blunder saat menerjemahkan bahasa Myanmar ke bahasa Inggris. Sebelumnya Facebook menerjemahkan postingan anti-Rohingya dalam bahasa Myanmar menjadi 'saya tidak boleh memiliki pelangi di Myanmar'.

Simak Video "Facebook: Literasi Internet Sudah Baik, Hanya Aksesnya Kurang Cepat"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)