Kamis, 09 Jan 2020 06:33 WIB

Kisah Kehidupan Kelam Elon Musk

Tim - detikInet
Elon Musk. Foto: Kyle Grillot/Reuters
Jakarta - Meski deretan perusahaan yang dipimpinnya saat ini tengah berada di masa jaya, Elon Musk sempat berada di titik terendah dalam urusan bisnis maupun kehidupannya.

Elon pernah menceritakan bagaimana Tesla dan SpaceX yang dipimpinnya hampir bangkrut pada 2008. "2008 merupakan tahun yang benar-benar sulit. Roket Falcon 1 gagal meluncur untuk ketiga kalinya. Tesla pun hampir bangkrut hanya dua hari sebelum Natal," ujarnya.

Pada saat itu, ia mengaku hanya memiliki USD 40 juta. Elon pun mengatakan dirinya dibuat pusing bagaimana uang itu harus digunakan, karena langkah apapun seakan membawanya menuju kehancuran.


"Saya bisa menempatkan semua uang itu ke satu perusahaan dan yang satunya akan mati. Atau, saya bisa membaginya secara rata untuk SpaceX dan Tesla, lalu kemudian keduanya akan benar-benar mati," katanya.

"Pada akhirnya, saya menempatkan uangnya secara merata ke SpaceX dan Tesla, karena membangun sesuatu ibarat memiliki bayi, tidak bisa memilih. Untungnya keduanya bisa melewati masa sulit hingga saat ini," lanjutnya.

Ia menambahkan, SpaceX dan Tesla hidup dengan bermodalkan keuntungan yang sangat tipis, sehingga jika segala sesuatunya tidak berjalan sebagaimana mestinya, keduanya akan mati.

Pada masa sulit tersebut, dirinya pun harus mengepalai bidang teknis untuk Falcon 1 karena ia tidak dapat menarik orang-orang berkompeten yang mau bergabung di perusahaannya. Pria yang kerap dijuluki 'Iron Man' di dunia nyata ini pun tak mau mempertaruhkan perusahaan ke tangan orang yang tidak memenuhi standarnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2