Jumat, 03 Jan 2020 12:45 WIB

AI Google Lebih Jago Deteksi Kanker Payudara Dibanding Dokter

Virgina Maulita Putri - detikInet
AI Google Lebih Jago Deteksi Kanker Dibanding Dokter Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta - Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang dikembangkan oleh Google berhasil mendeteksi kanker payudara lebih akurat dibanding dokter. Temuan ini ditemukan berkat kolaborasi Google dengan berbagai peneliti kanker yang kemudian diterbitkan di jurnal Nature.

Dilansir detikINET dari The Verge, Jumat (3/1/2020) peneliti menggunakan hasil scan X-ray yang disebut mammogram milik 25.000 perempuan di Inggris dan 3.000 perempuan di Amerika Serikat.



AI milik Google kemudian dilatih untuk memindai mammogram tersebut untuk melihat tanda kanker payudara dengan mengidentifikasi perubahan di payudara perempuan tersebut. Tim peneliti kemudian mengecek hasil tebakan komputer dan membandingkannya dengan hasil medis sebenarnya.

Berdasarkan hasil studi tersebut, menggunakan AI bisa menghasilkan lebih sedikit false positive, di mana hasil menunjukkan adanya kanker ketika tidak ada, dan false negative, di mana kanker yang ada tidak terdeteksi.

Dibandingkan dokter ahli, program AI Google bisa mengurangi false positive sekitar 5,7% untuk subjek dari AS dan 1,2% untuk subjek dari Inggris. Sementara untuk false negative bisa berkurang sekitar 9,4% untuk subjek AS dan 2,7% untuk subjek Inggris.

Keberhasilan AI Google ini juga mengejutkan karena program tersebut memiliki informasi lebih sedikit dibanding tim dokter ahli, seperti informasi mengenai sejarah kesehatan pasien dan hasil mammogram sebelumnya.



Walau bisa memberikan hasil deteksi yang lebih akurat dibanding dokter, Google mengatakan program ini tidak akan menggantikan dokter tapi membantu kerja mereka.

"Mereka membawa kekuatannya masing-masing, ini saling melengkapi," kata peneliti Google, Shravya Shetty.

"Ada beberapa kasus di mana radiologis bisa mendeteksi sesuatu yang dilewati sistem, begitu juga sebaliknya. Menyatukan keduanya bisa menguatkan hasil keseluruhan," sambungnya.

Google memang sedang menyebarkan sayapnya untuk mengembangkan teknologi kesehatan. Beberapa tahun belakangan, Google sudah melatih AI untuk mendeteksi penyakit mata terkait diabetes, penyakit jantung serta menganalisis data perkembangan multiple sklerosis.

Simak Video "Teknologi AI Bantu Pemeriksaan Kanker Payudara"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)