Rabu, 18 Des 2019 16:10 WIB

Presiden Vladimir Putin Kepergok Masih Pakai Windows XP

Agus Tri Haryanto - detikInet
Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto: Photo by GRIGORY DUKOR / POOL / AFP Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto: Photo by GRIGORY DUKOR / POOL / AFP
Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin kepergok masih memakai sistem operasi (OS) jadul di desktop komputernya. Fakta tersebut terungkap lewat foto yang dirilis oleh Kremlin.

Dalam satu adegan, saat Putin tengah memeriksa data di komputer bersama lainnya, tak sengaja terlihat bahwa perangkat tersebut masih menjalankan Windows XP. Padahal, Microsoft sudah menghentikan pembaruan terhadap OS tersebut sejak 2014 silam.



Sebagaimana dilansir dari The Moscow Times, Rabu (18/12/2019) desktop itu terpasang di kediaman resminya Novo-Ogaryovo, sebelah berat Moskow.

Foto ini menjadi hal menarik, sebab Putin jarang sekali ditampilkan dekat dengan perangkat teknologi, apalagi penggunaan smartphone di hadapan publik.

Diketahui, Windows XP adalah OS Microsoft terakhir yang disertifikasi untuk digunakan di berbagai lembaga pemerintah Negara Beruang Merah ini. Sebagai catatan, perangkat tersebut tidak digunakan untuk menyimpan dokumen rahasia negara.

Presiden Vladimir Putin Kepergok Masih Pakai Windows XPFoto: Kremlin


Terkait hal ini, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov tidak menjelaskan mengapa Rusia masih belum beralih ke versi OS yang lebih terbaru.

Namun satu hal yang pasti, pejabat Rusia dilarang menggunakan perangkat lunak asing. Cara ini guna melindungi kepentingan nasional di tengah kekhawatiran spionase asing dan meningkatkan industri teknologi dalam negeri.



Rusia berencana untuk menggantikan OS Microsoft maupun Apple dengan OS lokal di lingkungan pemerintahan dan perusahaan strategis. Sayangnya, proses tersebut yang harusnya sudah berjalan tahun lalu dinyatakan tertunda dengan alasan tidak ada tawaran tender yang dinilai menarik.

Diberitakan sebelumnya juga, Rusia mulai melarang penjualan smartphone yang tidak tersematkan software dan aplikasi lokal. Aturan itu mulai berlaku pada Juli 2020.

Simak Video "PM Rusia Mundur Usai Putin Ingin Rombak Konstitusi"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)